Kamis 20 Oct 2022 13:04 WIB

Koin Emas Masa Kekhalifahan Bani Umayyah Bernilai Rp 17 Miliar

Koin emas dari Bani Umayyah bisa dijual dengan harga lebih dari 1 juta pound.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Koin emas era umayyah
Foto: Dok Isitimewa
Koin emas era umayyah

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON — Sebuah koin emas dari masa Kekhalifahan Bani Umayyah bisa dijual dengan harga lebih dari 1 juta pound atau 1,1 juta dollar AS (Rp 17 miliar) ketika dimasukkan ke lelang Inggris akhir bulan ini.

Kekhalifahan Umayyah menguasai sebagian besar wilayah yang sekarang disebut Timur Tengah dari tahun 660 hingga 750. 

Baca Juga

Meskipun koin dari periode itu umum, frasa bahasa Arab yang tertulis di dinar dikatakan langka. “Ma'din Amir Al Mu'minin", yang berarti Amirul Mukminin, adalah gelar resmi penguasa komunitas Muslim. 

“Koin itu digunakan selama sekitar tiga tahun,” kata Classical Numismatic Group (CNG), yang mengorganisir pelelangan dilansir dari The National News, Kamis (20/10/2022).

CNG mengatakan itu adalah koin pertama dari tahun 711-712, sesuai dengan tahun ke-93 Hijrah, yang akan dilelang.

Koin itu diperkirakan akan terjual 700 ribu pound (Rp 12 miliar) tetapi bisa bernilai lebih dari 1 juta pound.

“Dinar Umayyah yang kecil dan luar biasa kecil, indah, dokumen sejarah yang sangat langka,” kata Stephen Lloyd, seorang spesialis koin Islam di CNG.

Dia menambahkan bahwa bukti menunjukkan bahwa koin-koin itu “hanya pernah dicetak dalam jumlah kecil, yang konsisten dengan kelangkaannya yang besar saat ini”.

Koin itu juga mengacu pada khalifah Umayyah keenam, Al Walid I. Dia adalah kholifah yang menaklukkan Afrika barat laut, Spanyol dan Asia Tengah bagian bawah dan juga membangun Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Agung Damaskus.

Koin tersebut akan ditawarkan di lelang Islami CNG di London pada 27 Oktober.

Sumber:

https://www.thenationalnews.com/world/uk-news/2022/10/19/gold-coin-from-umayyad-caliphate-could-fetch-more-than-1m-at-uk-auctio

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement