Selasa 11 Oct 2022 17:02 WIB

Wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Umatnya

Badiuzzaman Said Nursi mengungkapkan permintaan Nabi SAW kepada umatnya.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Rasulullah SAW (ilustrasi). Wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Umatnya
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Rasulullah SAW (ilustrasi). Wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Umatnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama dan cendekiawan asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi mengungkapkan permintaan Rasulullah SAW kepada umatnya. Menurut dia, Nabi Muhammad SAW meminta umatnya agar mencintai keluarga beliau atau ahlul bait. 

Nursi menjelaskan, Rasulullah SAW mengetahui pengabulan doa umatnya yang terkait dengan ahlul bait seperti yang terdapat dalam bacaan tasyahhud:

Baca Juga

 ﺍﻟﻠّٰﻬﻢ ﺻﻞِّ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ، ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ

“Ya Allah, limpahkan sholawat atas Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan sholawat atas Ibrahim dan keluarganya, di seluruh alam ini, Engkaulah Dzat Yang Terpuji dan Mahamulia.”

 

Artinya, kata Nursi, sebagaimana sebagian besar para pembimbing dan pemberi petunjuk atas agama Ibrahim itu terdiri dari para nabi yang berasal dari keturunan dan keluarganya, demikian pula para tokoh ahlul bait berposisi seperti para nabi Bani Israil bagi umat Muhammad. 

Menurut Nursi, para tokoh ahlul bait melaksanakan tugas agung dengan mengabdi kepada Islam dalam berbagai aspek. Karena itu, Rasul SAW diperintahkan untuk berkata:

قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰىۗ 

"Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” (QS. Asy-Syura [42]:23)

Nursi mengatakan, Rasulullah SAW meminta kepada umat ini agar mencintai keluarga beliau (ahlul bait). Hal ini didukung oleh beberapa riwayat lain bahwasanya Nabi SAW pernah bersabda:

 ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻧﻲ ﻗﺪ ﺗﺮﻛﺖ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺇﻥْ ﺃﺧﺬﺗﻢ ﺑﻪ ﻟﻦ ﺗﻀﻠﻮﺍ: ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠّٰﻪ ﻭﻋِﺘْﺮﺗﻲ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ

“Wahai manusia, aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang jika kalian berpegang padanya, kalian takkan tersesat. Yaitu kitabullah (Alquran) dan keturunanku (ahlul bait).” Sebab, ahlul bait merupakan sumber dari Sunnah Nabi yang mulia sekaligus pemelihara dan pihak pertama yang harus komitmen padanya."

Dari uraian di atas, tambah Nursi, hakikat hadis tersebut menjadi jelas. Yaitu, ia berisi perintah untuk mengikuti Alquran dan Sunnah yang mulia. Jadi, yang dimaksud dengan ahlul bait di sini—ditinjau dari sisi tugas kerasulan—adalah mengikuti sunnah Nabi.

"Dengan demikian, orang yang meninggalkan sunnah yang mulia sebenarnya tidak termasuk ahlul bait. Ia juga tidak termasuk pengikut ahlul bait yang hakiki," jelas Nursi dalam bukunya yang bejudul Al-Lama'at terbitan Risalah Nur Press, halaman 35-36.

photo
Infografis Perilaku dan Kebiasan Nabi Muhammad Sehari-hari - (Republika.co.id)

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement