Ahad 09 Oct 2022 01:03 WIB

12 Prinsip yang Menjadikan Seseorang Muslim Sejati

Mengikuti prinsip ini mampu meningkatkan kebaikan dan kebijaksanaan pada Muslim.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Muslim . 12 Prinsip yang Menjadikan Seseorang Muslim Sejati
Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Ilustrasi Muslim . 12 Prinsip yang Menjadikan Seseorang Muslim Sejati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muslim percaya bahwa Surat Al-Israa' diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Makkah. Surat tersebut diturunkan setelah Nabi melakukan perjalanan malamnya dari Makkah ke Yerusalem.

Dalam surat ini, Allah menyebutkan beberapa komitmen dasar seorang Muslim sejati. Tanpa memenuhi komitmen ini, tidak ada individu atau kelompok yang berhasil.

Baca Juga

Seorang muslim harus hidup dengan nilai-nilai ini dan mengajak masyarakat untuk juga mengikuti prinsip-prinsip ini. Dilansir dari About Islam, ada 12 prinsip yang apabila diikuti dengan benar, mampu meningkatkan kebaikan dan kebijaksanaan semua orang. 

12 Prinsip yang Menjadikan Seseorang Muslim Sejati

1. Hanya Menyembah Allah

 

Tuhanmu telah menetapkan, bahwa kamu tidak menyembah seorang pun kecuali Dia. (17:23)

Ini berarti mengakui Allah sebagai realitas tertinggi dan mengakui Allah sebagai Tuhan, menyembah-Nya dengan segala ketulusan dan tunduk kepada-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Kehidupan seorang Muslim tidak lain adalah komitmen penuh kepada Allah.

Kami tidak hanya monoteis tetapi kami juga orang-orang teosentris. Allah adalah pusat kehidupan kita dan Dia adalah perhatian penuh dan utama kita.

2. Hormat dan Baik kepada Orang Tua

Ini adalah untuk mengakui kasih sayang dan kebaikan orang tua. Berterima kasih kepada mereka, dan melakukan yang terbaik untuk membalas cinta dan kasih sayang itu.

Kesalehan dan pengabdian anak adalah komitmen terpenting kedua umat Islam. Rasa hormat dan kebaikan kepada orang tua bukan hanya kewajiban sosial bagi kita, itu adalah tugas dan kewajiban agama kita.

3. Menjadi Baik kepada Kerabat, Orang Miskin, dan Masyarakat

Tanggung jawab kita tidak hanya terhadap diri kita sendiri dan keluarga dekat kita, tetapi juga kepada kerabat lain dan masyarakat pada umumnya. Kita semua saling membutuhkan di kehidupan ini. Kita harus melihat apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain.

Muslim harus menjalani kehidupan yang bertanggung jawab secara sosial. Tanggung jawab sosial dimulai dengan keluarga dan kerabat lainnya dan mencakup semua orang yang membutuhkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement