Jumat 23 Sep 2022 19:36 WIB

Cipinang Melayu Buat 5 Sumur Resapan untuk Antisipasi Banjir

Jakarta Timur menargetkan pembuatan sumur resapan 200 per kecamatan

Red: Nur Aini
Pekerja menyelesaikan proyek galian sumur resapan ilustrasi. Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, membuat lima sumur resapan untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan tahun ini dan awal tahun depan, di Jalan Elang Malindo, RW 08.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pekerja menyelesaikan proyek galian sumur resapan ilustrasi. Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, membuat lima sumur resapan untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan tahun ini dan awal tahun depan, di Jalan Elang Malindo, RW 08.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, membuat lima sumur resapan untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan tahun ini dan awal tahun depan, di Jalan Elang Malindo, RW 08.

Lurah Cipinang Melayu Arroyantoro di Jakarta, Jumat (23/9/2022), mengatakan bahwa pembuatan sumur resapan itu melibatkan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

Baca Juga

"Ini sesuai arahan bapak Wali Kota Administrasi Jakarta Timur menargetkan pembuatan sumur resapan 200 per kecamatan," kata Arroyantoro di Jakarta, Jumat.

Arroyantoro menambahkan bahwa masing-masing sumur resapan itu nantinya memiliki kedalaman dua meter untuk menampung air hujan. Dia mengatakan sumur resapan itu diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir yang terjadi saat musim hujan.

"Diharapkan dengan dibuatkan sumur resapan, mencegah terjadinya genangan serta cadangan air tanah di musim kemarau tetap terjaga," ujar Arroyantoro.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan membangun sebanyak 2.000 sumur resapan di 10 kecamatan wilayah tersebut pada 2022.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan sampai saat ini sudah 1.500 lebih sumur resapan yang telah dibuat dan tersebar di 10 kecamatan dan 65 kelurahan. Dia mengatakan pembuatan sumur resapan disesuaikan dengan kondisi lingkungan tersebut. Apabila dinilai membutuhkan banyak sumur resapan maka akan dibuat lebih banyak.

"Tidak usah terpaku dengan target, ketika ada yang butuh lagi kerjakan terus, sekarang baru mencapai 1.500," kata Anwar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement