Selasa 13 Sep 2022 11:21 WIB

8 Ciri Meninggal Husnul Khotimah Menurut Nabi Muhammad SAW

Ciri husnul khotimah bisa dilihat dari riwayat kehidupan almarhum saat masih bernyawa

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Warga menziarahi makam kerabatnya di TPU Pogego, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (10/7/2022). 8 Ciri Meninggal Husnul Khotimah Menurut Nabi Muhammad SAW
Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Warga menziarahi makam kerabatnya di TPU Pogego, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (10/7/2022). 8 Ciri Meninggal Husnul Khotimah Menurut Nabi Muhammad SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak pendapat di masyarakat terkait ciri-ciri seseorang yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah atau akhir yang baik. Ada yang menyebut jenazah akan menampakkan raut senyum, berwajah bersih, hingga harum baunya. 

Husnul khotimah merupakan antonim dari khusnul khotimah. Khusnul khotimah berarti akhir yang hina.

Baca Juga

Dilansir dari Elbalad, ciri husnul khotimah bisa dilihat dari riwayat kehidupan almarhum saat masih bernyawa. Seberapa besar kebaikannya kepada sesama, seberapa besar sumbang asihnya kepada agama, Tanah Airnya, keluarganya, hingga masyarakatnya. 

1. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kesaksian kerabat atau orang-orang di sekitarnya adalah salah satu tanda dari husnul khotimah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ

Artinya: Rasulullah SAW pun bersabda, "Siapa yang telah kalian puji dengan kebaikan, maka telah wajib baginya surga. Dan siapa yang telah kalian cela dengan keburukan, maka telah wajib pula baginya neraka. Kalian adalah syuhada`ullahi (para saksi Allah) di muka bumi, kalian adalah syuhada`ullahi (para saksi Allah) di muka bumi.” (HR Muslim). 

2. Ciri lainnya dari husnul khotimah adalah bahwa dahi atau keningnya berkeringat. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan para imam pengarang Sunan sebagai berikut: 

 عن بُرَيْدَةَ بن الحصيب رضي الله عنه ، أَنَّهُ كَانَ بِخُرَاسَانَ ، فَعَادَ أَخاً لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ ، فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ ، وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ : اللَّهُ أَكْبَرُ ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : " مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ   

Dari Buraidah bin Hashib RA, dia berada di Khurasan. Lalu, saudaranya kembali kepadanya dalam keadaan sakit sehingga ia sempat menyaksikan kematiannya. Saat saudaranya meninggal dunia, ia melihat keringat keluar dari dahinya, dan berkata, "Allahu Akbar". Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Meninggalnya seorang mukmin ditandai dengan keringat di dahinya." (HR Tirmizi, Nasa'i, dan Ibnu Majah). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement