Kamis 01 Sep 2022 05:55 WIB

Bolehkah Berdoa kepada Allah SWT dengan Bahasa Percakapan Sehari-hari?

Berdoa kepada Allah SWT tidak harus menggunakan bahasa Arab.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Berdoa (Ilustrasi). Bolehkah Berdoa kepada Allah SWT dengan Bahasa Percakapan Sehari-hari?
Foto: Republika/Thoudy Badai
Berdoa (Ilustrasi). Bolehkah Berdoa kepada Allah SWT dengan Bahasa Percakapan Sehari-hari?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam umumnya mengetahui bahwa berdoa kepada Allah SWT tidak harus menggunakan bahasa Arab. Siapapun dari negara apapun bisa menggunakan bahasanya sendiri.

Berdoa bisa menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, Jawa, Sunda dan beragam bahasa lain. Tapi bolehkah berdoa kepada Allah SWT dengan menggunakan bahasa yang tidak formal atau bahasa percakapan sehari-hari? Bahasa percakapan yang biasa digunakan kepada orang tua, teman atau kerabat lain?

Baca Juga

Dilansir dari Elbalad, Selasa (30/8/2022), Direktur Departemen Riset Syariah di Lembaga Fatwa Mesir, Dar Ifta Ahmed Mamdouh mengatakan, terkadang sebagian Muslim akan berkomunikasi dengan Allah SWT melalui doanya dalam kondisi sulit. Kondisi di mana ia mengeluhkan kesulitan atau kesedihan yang dialami sehingga tidak menggunakan bahasa Arab atau bahkan tidak menggunakan bahasa baku.

Syekh Mamdouh kemudian menjelaskan, berdoa kepada Allah SWT, mengeluarkan semua keluh kesah di hati, berbicara dengan Allah SWT memang tidak diharuskan dengan bahasa tertentu atau cara tertentu. Hanya saja, setiap perkataan yang diucapkan haruslah dengan kesopanan karena sedang menghadap Tuhan.

 

"Allah Maha Mendengar, Dekat, Dia mengabulkan doa, dan Dia mendengar doa orang asing yang berbicara dalam bahasa selain bahasa Arab. Sebagaimana Dia mendengar panggilan orang yang berdoa dalam bahasa Arab," katanya.

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu," (QS. Al Mukmin: 60).

Menurutnya, tidak masalah berdoa kepada Allah SWT dengan bahasa percakapan sehari-hari. Allah SWT disebutnya sebagai Tuhan yang menguasai memahami, mengetahui hati manusia, sehingga yang terpenting dari doa adalah bahwa perkataan yang terucap adalah murni keluar dari hati seorang hamba.

"Hal yang paling penting untuk dilakukan dalam doa adalah bahwa itu keluar dari hati permohonan, dan bahwa pemohon yakin akan diijabah," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement