Selasa 30 Aug 2022 05:45 WIB

Belajar dari Kerendahan Hati Nabi Muhammad SAW

Kerendahan hati terlihat dalam setiap bidang kehidupan Nabi Muhammad.

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Rasulullah. Belajar dari Kerendahan Hati Nabi Muhammad SAW
Foto:

Nabi (saw) juga pernah melihat seorang Muslim kaya mengumpulkan pakaiannya yang longgar sehingga ada jarak tertentu antara dirinya dan seorang Muslim miskin yang duduk di dekatnya.

Dia pernah meminjam sejumlah uang dari seorang Yahudi bernama Zayd ibn Sana'a. Orang Yahudi datang untuk menuntut pengembalian pinjaman segera beberapa hari sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditentukan.

Umar radhiyallahu 'anhu karena dia tidak dapat mentolerir perilaku buruk orang Yahudi ini, mulai mencaci maki dia, dan hampir memukulinya ketika Nabi (saw) berkata kepada orang Yahudi itu sambil tersenyum: “Masih ada tiga hari lagi sebelum janji itu harus dipenuhi.”

Kepada 'Umar, beliau berkata: "Kami mungkin mendapatkan perlakuan yang lebih baik darimu. Anda bisa menyarankan saya untuk lebih berhati-hati tentang pengembalian pinjaman dan Anda bisa menasihati orang Yahudi untuk lebih sopan dalam menuntut pembayaran.”

Dia kemudian meminta 'Umar dengan dia untuk mendapatkan beberapa kurma sehingga pinjaman dapat dilunasi, dan untuk memberi orang Yahudi tambahan empat puluh kilogram untuk teguran yang telah dia berikan.

Kita dapat mengatakan bahwa kerendahan hati terlihat dalam setiap bidang kehidupan Nabi. Cara beliau berbicara, berjalan, duduk, makan dan setiap aspek kehidupannya mencerminkan kerendahan hati.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement