Kamis 18 Aug 2022 13:46 WIB

Bisakah Tertawa Membatalkan Wudhu?

Terlalu banyak tertawa sungguh bisa mematikan hati.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Wudhu (ilustrasi). Bisakah Tertawa Membatalkan Wudhu?
Foto: Sayyid Azim/AP
Wudhu (ilustrasi). Bisakah Tertawa Membatalkan Wudhu?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara adab dalam Islam adalah lebih sedikit tertawa. Karena banyak tertawa bisa membunuh hati dan menjadikan hatinya keras.

Allah SWT berfirman, "Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (QS Az-Zumar ayat 22)

Baca Juga

Adapun tertawa apakah bisa membatalkan wudhu, tidak ada yang menyebutkan bahwa tertawa membatalkan wudhu. Kecuali, jika tertawa terbahak-bahak yang dapat mengakibatkan buang angin atau kentut menjadi tidak terasa.

Hal tersebut berbeda bila dalam keadaan sholat. Segala sesuatu yang bukan dari bagian sholat, maka membatalkan sholatnya. Misalnya berbicara atau tertawa terbahak-bahak atau cekikikan. Perbuatan ini menghilangkan kekhusyuan sholat.

 

Seorang yang beriman adalah orang yang khusyu dalam sholat. Allah SWT berfirman, "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya." (QS Al Mu'minun ayat 1-2)

Rasulullah SAW mengetahui apa yang tidak diketahui oleh umatnya, dan ini beliau SAW mengetahuinya dari Allah SWT. Jika orang-orang tahu apa yang menanti mereka, tentu mereka akan banyak menangis dan sedikit tertawa.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, dia berkata, "Aku (Aisyah) sama sekali tidak pernah melihat Nabi Muhammad SAW tertawa dengan terbahak-bahak sampai aku melihat langit-langit mulutnya. Yang beliau lakukan hanyalah tersenyum."

Rasulullah SAW juga bersabda, "Janganlah terlalu banyak tertawa. Terlalu banyak tertawa sungguh bisa mematikan hati." (HR Tirmidzi). Karena itu, hendaknya seorang Muslim menjaga keutuhan dan ketenangan hati, termasuk dalam ibadahnya dengan memperhatikan kekhusyuan.

Link artikel asli

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement