Rabu 08 Jun 2022 17:00 WIB

Menderita Sakit Tanda Sedang Dihukum Allah SWT?

Ada pertanyaan, apakah sakit yang diderita merupakan hukuman Allah SWT?

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Sakit
Foto: Pixabay
Ilustrasi Sakit

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Pertanyaan apakah sakit yang sedang diderita ini merupakan hukuman Allah SWT mungkin sering terbersit dalam pikiran. Terutama ketika pernah melakukan perbuatan dosa kemudian menderita sakit setelahnya.

Pertanyaan tersebut sebetulnya memiliki sisi positif. Sebab di situlah bentuk kewaspadaan hati atas apa yang sedang terjadi, yang dalam hal ini adalah penyakit yang sedang diderita. Ini juga menjadi bentuk ketakutan seorang hamba kepada Allah SWT dan sekaligus jalan untuk bertobat atas perbuatan maksiat.

Baca Juga

Mantan Penasehat Mufti Mesir, Syekh Dr Majdi Asyour menjelaskan, Allah SWT adalah Mahapenyayang kepada para hamba-Nya, termasuk hamba yang sedang dilanda bencana atau penderitaan berupa penyakit yang ditimpakan kepadanya.

Syekh Asyour menekankan, tidak semua penderitaan itu azab. "Tetapi itu untuk meningkatkan derajat seorang hamba, atau untuk menebus perbuatan-perbuatan buruknya. Keduanya ini lebih baik bagi seorang hamba pada hari pertemuan dirinya dengan Allah SWT," kata dia seperti dilansir Elbalad, Rabu (8/6/2022).

 

Syekh Asyour kemudian mengutip sebuah hadits qudsi yagn diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Di dalamnya Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla pada Hari Kiamat berfirman, 'Wahai anak Adam (umat manusia), saat Aku sakit mengapa engkau tidak datang menjenguk-Ku.' Manusia pun bertanya, 'Ya Rabb, bagaimana caraku menjenguk-Mu, Engkau adalah Tuhan penguasa alam semesta.'

Kemudian Allah SWT berfirman, 'Apakah engkau tidak tahu, hamba-Ku si fulan sakit. Tetapi engkau tidak datang menjenguknya. Apakah engkau tidak tahu, bila engkau datang menjenguknya, maka engkau mendapatkan Aku di sisinya.'"

Dari hadits qudsi tersebut, Syekh Asyour ingin menunjukkan bahwa orang yang sedang menderita suatu penyakit, justru seharusnya dia ridha atas sakitnya itu, dan tidak berpikir bahwa penyakitnya adalah hukuman yang diberikan kepadanya.

"Seorang Muslim tidak boleh berpikir tentang penyakit ini apakah hukuman atau bukan. Jadilah seseorang yang ridha atas penyakit dan penderitaan yang dialami. Karena, sejatinya sakit dan penderitaan itu bukanlah untuk kamu," katanya.

Sumber: https://www.elbalad.news/5310562

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement