Senin 02 May 2022 15:15 WIB

Menjalankan Perintah Agama Membuat Iman Lebih Kuat

Sholat lima waktu mencegah manusia berbuat dosa.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Berdzikir. Ilustrasi. Menjalankan Perintah Agama Membuat Iman Lebih Kuat
Foto:

Jika seseorang terus-menerus jatuh ke dalam dosa dan hampir putus asa, maka bacaan “ar-Rahman ar-Raheem” akan memberinya harapan dan mendorongnya untuk meninggalkan semua kebiasaan buruk yang mungkin dia lakukan. Itu adalah kekuatan sholat.

Sholat lima waktu dalam satu hari ini juga merupakan bentuk mencegah dari berbuat dosa di antara setiap waktu sholat, dan itu juga merupakan penghalang untuk perilaku berdosa. Selain itu, seseorang yang menunaikan sholat akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan Allah dan itu akan membantunya bertahan.

Serta ketika dia melakukan dosa seperti yang dilakukan semua manusia, Allah akan menegurnya dan dia tahu jalan yang benar untuk kembali dan memohon ampun. Contoh lain, Allah memberikan tugas kepada Musa dan saudaranya Harun untuk pergi dan memberikan dakwah kepada Firaun. Allah memberitahu mereka:

“Pergilah engkau beserta Saudaramu dengan membawa tanda-tanda kekuasaan-Ku. dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku,” (Quran 20:42)

Musa kemudian menceritakan ketakutannya bahwa ia takut gagal dan dibunuh oleh Firaun. Lalu Allah menjawab untuk semakin memperbanyak dzikir.

Lalu seiring berjalannya waktu, ketakutan itu mulai menyusut dan Musa sama sekali tidak takut. Musa berani dan semakin berani. 

Ini adalah contoh berdzikir kepada Allah membuat Nabi Musa kuat dan mampu mengatasi ketakutannya. Itu membantunya mengatasi kekhawatirannya dan melakukan pekerjaan dengan baik.

Di antara dzikir yang diucapkan adalah "la hawla wa laa quwwata illa billah". yang artinya, tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah. Ini adalah salah satu perkataan yang menunjukkan kepada kita bahwa pada akhirnya, dunia dan segala isinya ada di tangan Allah. Dia memiliki otoritas tertinggi. Dia memiliki otoritas mengubah kemalangan menjadi berkat, mengubah ketakutan menjadi kekuatan, dan membantu manusia menguasai iblis batiniah mereka.

Demikian pula, refleksi adalah tindakan ibadah lain yang sering diabaikan saat ini. Allah mendorong kita untuk merenungkan tanda-tanda alam, karena di dalamnya ada tanda-tanda kehidupan kita.

Salah satu contohnya adalah siang dan malam. Malam adalah jaminan bahwa hari akan tiba. Demikian pula kesulitan kita adalah jaminan bahwa masa-masa mudah akan tiba.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement