Kamis 10 Mar 2022 16:27 WIB

Jokowi Minta Kepala Otorita IKN Bangun Peradaban Baru

Jokowi berharap IKN Nusantara dapat merefleksikan kota Indonesia di masa depan.

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Ratna Puspita
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono dan wakilnya, Dhony Rahajoe, untuk membangun sebuah peradaban baru di ibu kota baru. Ilustrasi
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono dan wakilnya, Dhony Rahajoe, untuk membangun sebuah peradaban baru di ibu kota baru. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara. Kepada keduanya, presiden pun berpesan untuk membangun sebuah peradaban baru di Ibu Kota Nusantara ini.

“Jadi kami memang sudah ada diskusi awal dengan bapak Presiden dan titipan dari bapak Presiden salah satunya tadi, kota itu harus membangun satu peradaban baru,” kata Bambang dalam keterangannya usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga

Menurut Bambang, presiden ingin IKN bisa menjadi kota percontohan yang tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia. Selain itu, Jokowi juga berharap agar kota ini dapat merefleksikan kota Indonesia di masa depan.

“Bagaimana nanti kota ini dikelola misalnya, bagaimana interaksi antar warga, bagaimana digitalisasi nanti akan mewarnai kota tersebut. Dan tetap sekali lagi ini kota yang harus humanis, harus mengedepankan interaksi, kerekatan sosial, kohesivitas antar warganya,” jelas dia.

Bambang menegaskan, program-program yang akan dilakukannya tak hanya fokus untuk membangun secara fisik, melainkan membangun kerekatan sosial dan masyarakat yang dinamis. “Pada hari ini juga kami memulai satu kerja baru untuk membangun kota yang inklusif, kota yang hijau, kota yang cerdas, dan kota yang berkelanjutan. Jadi kata-kata ini semua tentu terangkum dalam kesatuan di mana kota tersebut dibangun untuk semua kalangan, a city for all istilahnya, karena itu sifatnya inklusif,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement