Selasa 01 Mar 2022 22:15 WIB

Ciri Utama Alquran yang Diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW

Alquran adalah kitab suci yang mempunyai banyak keistimewaan

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Alquran (ilustrasi)
Foto: republika
Ilustrasi Alquran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran adalah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berisi petunjuk dan peraturan untuk umat manusia agar selamat di dunia dan akhirat. Dalam surat Ar Rad ayat 37 dan tafsirnya, Allah SWT menjelaskan ciri utama Alquran. 

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّاۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَمَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَاقٍ ࣖ

Baca Juga

“Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Alquran) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah.” (QS Ar Rad ayat 37)

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, pada ayat ini, Allah SWT menjelaskan beberapa ciri utama Alquran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Alquran berisi peraturan-peraturan yang benar, yang harus ditaati manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat kelak. 

 

Di samping itu, Alquran diturunkan dalam bahasa Arab. Yaitu bahasa yang memiliki beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. 

Di antara keistimewaan bahasa Arab adalah bahasa ini merupakan bahasa yang sudah berkembang, jauh sebelum Alquran diturunkan ke Nabi Muhammad SAW, sehingga kosakata bahasa Arab sangat kaya. 

Bahasa Arab juga memiliki kaidah pembentukan kata (morfologi) yang memungkinkannya bisa dengan mudah menampung konsep-konsep baru untuk pembentukan kata baru. Dengan demikian, dapat dipahami kemampuan bahasa Arab mengungkapkan konsep-konsep wahyu. 

Karena Alquran berbahasa Arab, maka Alquran telah melestarikan bahasa Arab sehingga tidak hilang seperti bahasa Suryani, Koptic, dan sebagainya. 

Hal ini karena Alquran diturunkan dalam bahasa Arab dan menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci, maka terjemahan Alquran dalam bahasa asing tidak dianggap sebagai kitab suci juga. 

Sebagaimana diketahui, di antara kehormatan yang dimiliki Alquran adalah membacanya dianggap sebagai ibadah, dan tidak boleh disentuh kecuali orang-orang yang suci, yaitu orang-orang yang tidak berhadas besar maupun kecil. 

Banyak ayat yang menyebutkan ciri-ciri Alquran, antara lain firman Allah SWT ini.

لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

"(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Mahaterpuji." (QS Fusilat ayat 42).

Selanjutnya Allah SWT memperingatkan Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin umumnya. Agar jangan menuruti kehendak hawa nafsu dan keinginan orang-orang yang mengingkari Alquran, baik sebagian maupun keseluruhannya, karena Allah SWT telah memberikan ilmu yang benar kepada mereka, yaitu Alquran. 

Jika Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin sampai tergoda dan mengikuti kehendak orang-orang yang mengingkari Alquran itu, maka siksa Allah pasti akan menimpa mereka dan tidak seorangpun dapat menjadi pelindung terhadap siksa Allah SWT Yang Mahakuasa.     

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement