Kamis 24 Feb 2022 22:35 WIB

Mengapa Isra Miraj Disebut Salah Satu Mukjizat Nabi Muhammad SAW?

Isra Miraj merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Isra Miraj. Isra Miraj merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT
Foto: MGIT03
Ilustrasi Isra Miraj. Isra Miraj merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan mukjizat peristiwa yang tidak biasa. 

Guru besar akidah dan filsafat Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, Syekh Dr Habibullah Hassan Ahmed, menyampaikan namun Allah SWT membuat itu terjadi di tangan para rasul-Nya untuk mendukung misi kenabian mereka. Kalau pun ada yang mempertanyakan perjalanan Isra Miraj, ini bukanlah yang hal yang baru. 

Baca Juga

"Ketika mereka mengatakan bahwa perjalanan Isra Miraj ini tidak masuk akal, di luar nalar, maka sebetulnya mereka sedang membicarakan pikiran mereka sendiri. Karena mukjizat itu tidak bertentangan dengan kemurnian akal," tutur dia seperti dilansir Elbalad, Kamis (24/2/2022) 

Syekh Ahmed menjelaskan, mukjizat hanya bertentangan apa yang telah lazim terjadi dan yang telah diketahui banyak orang. "Itulah mengapa disebut mukjizat, karena bertentangan dengan norma-norma universal," ujarnya. 

 

Syekh Ahmed juga mengatakan, akal memungkinkan dunia mengalami perubahan. Bahkan sekarang ini banyak hal dan keajaiban yang diciptakan manusia. 

Meski semua keajabaian yang diciptakan manusia berasal dari ketetapan Allah SWT, tidak pernah terbayang sebelumnya dalam akal manusia bahwa itu akan terjadi.

"Ya ini seperti apa yang kita lihat hari ini di mana banyak penemuan-penemuan yang tidak ada di masa lalu, dan tidak ada yang bisa membayangkan seperti apa jadinya," ungkap dia. 

Dalam Surat Al Isra ayat 1, Allah SWT berfirman terkait dengan penegasan Isra Miraj, sebagai berikut: 

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Allah SWT Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Mahamendengar, Mahamelihat."

 

Sumber: elbalad    

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement