Senin 14 Feb 2022 17:05 WIB

Imam Syafii Prihatin Banyak Umat Islam yang Enggan Belajar Kedokteran

Imam Syafii berpendapat ilmu agama dan kedokteran tidak dapat dipisahkan

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi dokter dan kedokteran. Imam Syafii berpendapat ilmu agama dan kedokteran tidak dapat dipisahkan
Foto: www.freepik.com.
Ilustrasi dokter dan kedokteran. Imam Syafii berpendapat ilmu agama dan kedokteran tidak dapat dipisahkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Banyak sekali nasihat-nasihat Imam Syafii terkait dengan ilmu, bahkan sebagian besar petuah bijaknya mengupas urusan ilmu, termasuk ilmu kedokteran. 

Menurut Imam Syafii, kedokteran juga termasuk bagian dari ilmu. Namun, dia prihatian umat Islam enggan mempelajari ilmu kedokteran ini.

Baca Juga

Dalam serial buku Tenangkan Pikiran & Hatimu Setiap Saat Jilid II terbitan Wali Pustaka dijelaskan, setidaknya ada dua macam ilmu, yaitu ilmu agama dan ilmu tubuh. Ilmu agama adalah fiqih, sedangkan ilmu tubuh adalah kedokteran.

Fikih dan kedokteran adalah dua bidang ilmu yang sangat fundamental dan primer bagi setiap manusia. Itulah alasan Imam Syafii menyarankan seseorang agar tinggal di daerah yang memiliki ulama dan dokter.

Imam Syafii berkata, “Jangan sekali-sekali kami berdiam di daerah yang di sana tidak ada ulama yang akan berfatwa menyangkut urusan agamamu dan dokter yang akan memberitahumu perihal kondisi tubuhmu.”

Imam Syafii prihatin atas keengganan kaum muslimin untuk mempelajari ilmu kedokteran di tengah kepandaian kaum Yahudi dan Nasrani dalam mendalaminya. Beliau berkata, “Umat Islam telah menelantarkan sepertiga ilmu dan memasrahkannya kepada kaum Yahudi dan Nasrani.”

Selain itu, Imam Syafii juga berkata, “Aku tidak mengetahui ilmu yang lebih berharga sesudah ilmu halal-haram daripada ilmu kedokteran. Sayangnya, ahlul kitab mendominasi ilmu satu ini.”

 

Siapa Imam Syafii?

Imam Syafii termasuk ulama yang memiliki pemikiran konprehensif. Dia merupakan seorang mufti besar Sunni dan pendiri mazhab fikih Syafii. Nasabnya tersambung ke Al Muthallib yang merupakan saudara Hasyim, kakek Rasulullah SAW.

Imam Syafii lahir di Gaza dengan nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy Syafii pada 150 Hijriyah/767 Masehi. Dia wafat di Mesir pada 204 Hijriyah/ 820 Masehi.

n/Muhyiddin

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement