Kamis 03 Feb 2022 12:32 WIB

Revolusi Pertanian pada Masa Keemasan Islam

Berbagai jenis tanaman baru plus teknik pembudidayaannya diperkenalkan.

Ilustrasi seorang petani Nepal memanen gandum di Kathmandu, Nepal. Revolusi Pertanian di Masa Keemasan Islam
Foto:

Para sejarawan menyebut bahwa semuanya bermula dari penyebaran Islam yang masif terutama di abad ke-7 M dan ke-8 M dan kemunculan entitas politik Islam yang kuat dan stabil serta mengkover area yang luas. Islam menjangkau wilayah-wilayah di luar jazirah Arab, antara lain mencakup Semenanjung Iberia di Eropa barat daya, Afrika bagian utara, hingga ke Persia dan India. Wilayah kekuasaan yang luas ini, yang ditopang oleh keamanan yang relatif stabil, membuat perkembangan antarwilayah berlangsung dengan aktif dan menguntungkan.

Di sisi lain, hal itu juga memudahkan perpindahan barang dan orang dari satu titik ke titik lainnya. Salah satu jenis barang yang banyak ditransportasikan di masa itu ialah tanaman. Orang-orang yang berpindah di dunia Islam membawa tak hanya diri mereka sendiri, tetapi juga tanaman serta teknik pertanian yang asing bagi wilayah baru yang mereka datangi.

Revolusi pertanian itu berakar pada pengetahuan mendalam soal ilmu tanaman. Landasannya sudah dibangun sejak masa Dinasti Umayyah di Spanyol pada pertengahan abad ke-8 dan seterusnya.

Khalifah al Hakam al Mustansir (berkuasa tahun 961-976) dikenal sangat mencintai pengetahuan, dengan koleksi perpustakaan yang luar biasa dan menginisiasi penerjemahan buku dari bahasa Yunani dan Latin. Buku-buku yang dimilikinya tak hanya berkenaan dengan matematika dan medis, tetapi juga mencakup suatu dokumen berisi daftar panjang berbagai jenis tanaman baru. Satu lagi warisan pentingnya ialah suatu proyek irigasi untuk mengairi tanah-tanah di wilayah kekuasaannya.

Menurut Zohor Idrisi dalam suatu tulisannya mengenai sejarah ilmu pertanian di dalam dunia Islam, perkembangan pesat ilmu pertanian di dunia Islam terjadi pada masa pemerintahan Dinasti Murabithun (Almoravid) yang berkuasa di barat laut Afrika dan Semenanjung Iberia di Eropa barat daya di sekitar pertengahan abad ke-11 hingga seabad setelahnya. Kemudian dilanjutkan oleh Dinasti Muwahhidun (Almohad) yang berkuasa antara tahun 1130-1269.

sumber : Suara Muhammadiyah
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement