Rabu 12 Jan 2022 17:25 WIB

25 Jenis Maksiat yang Dilaknat Rasulullah

Di antara dampak kemaksiatan ialah memasukkan pelakunya ke dalam laknat Rasulullah.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Pencurian/Maling (Ilustrasi). 25 Jenis Maksiat yang Dilaknat Rasulullah. Mencuri termasuk perbuatan maksiat yang dilaknat.
Foto: pixabay
Pencurian/Maling (Ilustrasi). 25 Jenis Maksiat yang Dilaknat Rasulullah. Mencuri termasuk perbuatan maksiat yang dilaknat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara dampak kemaksiatan ialah memasukkan pelakunya ke dalam laknat Rasulullah. Beliau melaknat sejumlah perbuatan maksiat. Sementara itu, terhadap perkara-perkara lain yang lebih besar daripadanya, maka para pelakunya layak mendapat laknat.

Dikutip dari buku Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, berikut ini 25 jenis maksiat yang dilaknat oleh Nabi Muhammad SAW.

 

Baca Juga

1. Wanita yang membuat tato dan wanita yang meminta untuk ditato; wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang meminta untuk disambung rambutnya; wanita yang menghilangkan bulu-bulu wajahnya dan wanita yang meminta dihilangkan bulu-bulu wajahnya; serta wanita yang mengikir giginya untuk merenggangkannya dan wanita yang meminta giginya dikikir untuk direnggangkan.

2. Orang yang menerima riba, memberi riba, pencatatnya, dan kedua saksinya.

 

3. Al-Muhallil dan al-muhallal lahu (Al-Muhallil adalah laki-laki suruhan yang disuruh menikahi wanita yang telah ditalak tiga oleh suaminya, untuk kemudian menceraikannya, agar dapat dinikahi kembali oleh bekas suaminya tadi. Sedangkan al-muhallal lahu adalah orang yang meminta kepada al-muhallil untuk melakukan pekerjaan di atas).

4. Pencuri.

5. Peminum khamer, orang yang menuangkannya, yang memeras, yang meminta diperaskan, penjualnya, pembelinya, orang yang memakan hasil penjualannya, pembawanya, dan pengangkutnya.

6. Orang yang memindah tanda pembatas tanah.

7. Orang yang melaknat kedua orang tuanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement