Jumat 31 Dec 2021 05:40 WIB

Ibnu Alnafis, Bapak Penemu Teori Sirkulasi Paru-Paru

Ibnu Alnafis lahir pada tahun 1213 Masehi di Damaskus.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ibnu Alnafis, Bapak Penemu Teori Sirkulasi Paru-Paru. Ilustrasi Ilmuwan Muslim
Foto:

Kebangkitan Akhir Eropa

Pengamatan penting ini tidak diketahui di Eropa sampai 300 tahun kemudian ketika Andrea Alpago dari Belluno menerjemahkan beberapa tulisan Ibn Al-Nafis ke dalam bahasa Latin pada 1547. 

Kemudian, Michael Servetus menggambarkan sirkulasi paru-paru dalam buku teologisnya, Christianismi Restitutio pada 1553 dan menulis, "udara yang bercampur dengan darah dikirim dari paru-paru ke jantung melalui vena arteri; Oleh karena itu, campuran dibuat di paru-paru. Warna cerah diberikan kepada roh sanguine oleh paru-paru, bukan oleh jantung.

Saat itu, Servetus Biday dianggap telah menentang ajaran Galen, akibatnya bukunya kemudian dibakar di tiang pancang. Andreas Vesalius menggambarkan sirkulasi paru-paru dalam bukunya De Fabrica, dengan cara yang mirip dengan deskripsi Ibn Nafis. Deskripsi serupa lainnya diberikan oleh Realdus Colombo pada 1559 dalam bukunya De re Anatomica. Kemudian William Harvey pada 1628, melakukan melalui pengamatan anatomi langsung pada hewan terkait sirkulasi darah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement