Senin 27 Dec 2021 11:24 WIB

Dalam Berdoa Kita Pun Dilarang Berlebihan, Mengapa?

Ada adab berdoa yang mesti dipenuhi agar bisa dikabulkan

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah
Ada adab berdoa yang mesti dipenuhi agar bisa dikabulkan. Berdoa (Ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ada adab berdoa yang mesti dipenuhi agar bisa dikabulkan. Berdoa (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Seorang Muslim hendaknya ketika berdoa memperhatikan adab yang perlu dilakukan. Di antaranya berdoa dengan tidak melampaui batas. 

Dikutip dari buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Dr Aidh, contoh doa yang melampaui batas adalah meminta agar bisa menjadi nabi, agar bisa menjadi lebih utama dari Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu anhu. Hal ini tidak boleh karena sebuah hadits dengan sanad sahih menyebutkan bahwa beliau adalah umat yang paling utama.

Baca Juga

Abdullah bin Mughaffal, seorang mujahid besar yang pemberani mendengar anaknya berdoa, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebuah istana putih di samping kanan surga." Anak ini menentukan semua syarat kecuali jumlah pintu dan warna pintu itu. Lalu Abdullah berkata pada anaknya, “Wahai anakku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 

ليكونن من أمتي يعتدون في الطهور والدعاء

“Akan ada beberapa kaum di antara umatku yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan doa.” (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim)

Maka dari itu, mintalah surga kepada Allah ﷻ dan berlindunglah kepada-Nya dari api neraka.

Ibnu Jauzi berkata bahwa ada orang Badui yang melakukan wukuf di Arafah. Ia kemudian berhenti dan melakukan mabit di Muzdalifah. Pada hari pertama, ia melempar jumrah, lalu mendahului orang lain untuk pergi ke Baitul Haram. Sesampai di Baitul Haram, ia bergantung pada kain penutup Ka‘bah dan berdoa, “Ya Allah, ampunilah aku sebelum orang lain berbondong-bondong datang kepada-Mu.”

Allah ﷻ memahami semua bahasa manusia. Dia tidak bingung dengan adanya banyak permintaan dari manusia. Dia bisa membedakan Mana si A dan mana si B dengan jelas, apalagi kalau hanya membedakan kabilah satu dengan kabilah yang lain.

Andaikata semua penghuni bumi dari Adam sampai dengan manusia di akhir zaman dikumpulkan dalam satu waktu, lalu setiap orang mengajukan permohonannya masing-masing kepada Allah ﷻ, niscaya hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan-Nya sedikit pun kecuali seperti berkurangnya air samudera yang masuk ke dalam laut. Hal ini Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Muslim. (HR Muslim, Ahmad dan Tirmidzi).  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement