Senin 20 Dec 2021 10:16 WIB

Peristiwa Penting dalam Islam yang Terjadi pada Jumat Menurut Syekh Aidh Al-Qarni

Hari Jumat menyimpan suatu cerita yang sangat mulia.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Peristiwa Penting dalam Islam yang Terjadi pada Jumat Menurut Syekh Aidh Al-Qarni. Sejumlah umat Islam berjalan untuk menunaikan sholat Jumat berjamaah di Masjid At-Tin, Jakarta, Jumat (13/8). Masjid At-Tin kembali menggelar ibadah shalat Jumat pertama kalinya setelah kegiatan shalat Jumat dihentikan lantaran mengikuti ketentuan Pemberlakuan PPKM Darurat. Masjid At-tin pun menerapkan pembatasan jumlah jamaah secara terbatas yakni 25 persen dari kapasaitas serta mematuhi protokol kesehatan. Prayogi/Republika.
Foto: Prayogi/Republika.
Peristiwa Penting dalam Islam yang Terjadi pada Jumat Menurut Syekh Aidh Al-Qarni. Sejumlah umat Islam berjalan untuk menunaikan sholat Jumat berjamaah di Masjid At-Tin, Jakarta, Jumat (13/8). Masjid At-Tin kembali menggelar ibadah shalat Jumat pertama kalinya setelah kegiatan shalat Jumat dihentikan lantaran mengikuti ketentuan Pemberlakuan PPKM Darurat. Masjid At-tin pun menerapkan pembatasan jumlah jamaah secara terbatas yakni 25 persen dari kapasaitas serta mematuhi protokol kesehatan. Prayogi/Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Jumat adalah hari yang paling utama bagi umat Islam. Di hari ini juga, terdapat sejumlah peristiwa yang bersejarah yang diyakini umat Islam seluruh dunia.

Syekh Aidh Al-Qarni dalam kitab Sentuhan Spiritual menjelaskan bahwa hari Jumat menyimpan suatu cerita yang sangat mulia. Pada hari ini, Allah menciptakan Nabi Adam AS. Di hari Jumat pula, Allah memasukkan Nabi Adam ke dalam surga, dan di hari yang sama berikutnya Allah mengusir Nabi Adam dari surga.

Baca Juga

Pada hari Jumat, terjadi pertempuran antara Nabi Musa dengan Firaun. Ini adalah hari pertarungan antara kebaikan dengan kebatilan, pertarungan iman dan kekufuran, antara hidayah dengan kesesatan.

Pada hari itu, Nabi Musa datang membawa ajaran tauhid. Dengan tongkat di tangannya, dia menemui Firaun. Sementara Firaun adalah seorang pembesar yang sangat kuat, diktator lagi semena-mena yang memiliki segala perangkat untuk menindas dunia yang berada di bawahnya.

 

Dalam Surat Thaha ayat 59, Allah berfirman, “Qaala mauidukum yaumuzzinati wa ian yuhsyara an-naasu dhuhan,”. Yang artinya, “Berkata Musa: ‘Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik,”.

Syekh Aidh Al-Qarni menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi tepat di hari Jumat. Saking bersejarahnya dan spesialnya hari Jumat bagi umat Islam, Syekh Aidh Al-Qarni menekankan kepada umat Islam untuk memanfaatkan hari tersebut dengan beribadah sebanyak-banyaknya. Akan sangat disayangkan apabila di hari Jumat umat Islam justru melakukan tamasya dan bepergian jauh.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement