Jumat 26 Nov 2021 15:08 WIB

Diplomasi Budaya pada Masa Pandemi

Diplomasi budaya merupakan upaya Kemenlu kenalkan seni dan budaya kepada dunia.

Diplomasi budaya merupakan upaya Kemenlu kenalkan seni dan budaya kepada dunia. Foto: Dalang cilik Ramadhanu Adji Putra memainkan wayang kulit saat Fertival Dalang Cilik di Fakultas Bahasa dan Seni UNY, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (9/6/2021). Festival Dalang Cilik yang diikuti 33 peserta dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut digelar untuk menambah kecintaan masyarakat pada kesenian wayang sebagai ragam kebudayaan Indonesia.
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Diplomasi budaya merupakan upaya Kemenlu kenalkan seni dan budaya kepada dunia. Foto: Dalang cilik Ramadhanu Adji Putra memainkan wayang kulit saat Fertival Dalang Cilik di Fakultas Bahasa dan Seni UNY, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (9/6/2021). Festival Dalang Cilik yang diikuti 33 peserta dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut digelar untuk menambah kecintaan masyarakat pada kesenian wayang sebagai ragam kebudayaan Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Yusron B Ambary, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI dan Plt Direktur Infomed Kemenlu RI

Diplomasi budaya merupakan upaya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dalam memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan pemahaman mereka terhadap Indonesia. Salah satu program tahunan yang menjadi andalan Kemenlu dalam diplomasi budaya adalah Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).

BSBI bertujuan untuk memperkuat people to people connection melalui seni dan budaya, terutama bagi generasi muda. Sejak 2003, Kemenlu telah memberikan beasiswa seni budaya kepada para pemuda dari berbagai belahan dunia untuk belajar dan mendalami seni budaya Indonesia.

Selama tiga bulan, para peserta tinggal di sanggar seni yang menjadi mitra Kemlu. Selain mendalami seni dan budaya, mereka juga dapat merasakan secara langsung denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia.

Beberapa dari mereka bahkan ada yang kembali sebagai mahasiswa melalui beasiswa darmasiswa, dan banyak pula yang kembali ke Indonesia bersama kerabat dan sahabat untuk berwisata dan bernostalgia ke sanggar di mana mereka menghabiskan tiga bulan yang sangat mengesankan. Hingga 2020, BSBI telah menelurkan 922 alumni dari 77 negara.

Akibat pandemi Covid-19, pad 2020 BSBI ditiadakan. Sebagai gantinya, Kemlu untuk pertama kalinya mengadakan program alumni talk yang menghadirkan para alumni lintas angkatan. Dari hasil ngobrol-ngobrol melepaskan gen inilah muncul berbagai ide baru, antara lain:

Pembuatan video alumni menyanyikan theme song BSBI, "Indonesia, Hatiku Rumahku Bangsaku". Sebuah lagu yang diciptakan oleh Vincent Lageaasal PNG, Alumni BSBI 2007.

Pembuatan buku alumni yang berisikan kisah-kisah para peserta selama mengikuti BSBI, dan bagaimana BSBI membentuk jiwa dan karakter mereka. Memasuki 2021, pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda penurunan. BSBI 2021 pun kembali terancam gagal dilaksanakan.

Hingga akhirnya sebuah ide muncul untuk melaksanakan BSBI secara virtual. Sebuah adaptasi dan inovasi yang didasari pada:

Diplomasi budaya harus tetap berjalan walaupun di masa pandemi; keinginan untuk membantu sanggar seni mitra Kemenlu yang sangat berdampak secara ekonomi di masa pandemi; dan pemanfaatan platform video conference telah menjadi sebuah new normal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement