Selasa 12 Oct 2021 05:55 WIB

Ulama Persia Non-Arab yang Berjasa untuk Islam dan Dunia

Peradaban Islam ditopang para ulama yang berasal dari non-Arab

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah
Peradaban Islam ditopang para ulama yang berasal dari non-Arab. Sains Islam (ilustrasi)

Selain itu, ada pula Abu Hasan Ali bin Hamzah. Lelaki Persia yang akrab disapa al-Kisa'i ini merupakan salah satu tokoh mazhab Kuffah untuk studi bahasa Arab.

Di samping gramatika, kepakarannya juga meliputi ilmu membaca Alquran atau qira'at. Pada abad ke- 10, terdapat sosok Abu al-Faraj al-Ashfihani. Mawali Persia yang juga penulis Kitab al-Aghani (Buku Nyanyian) itu adalah seorang ahli sastra Arab- Persia. Ia juga berjasa dalam mengembangkan teori musik.

Besarnya peran para sarjana mawali di era Abbasiyah juga berarti eratnya persentuhan kultural antara Arab dan Persia. Bahkan, lebih dari itu. Yang terjadi ialah perjumpaan multikultural.

Sebab, Persia memiliki sejarah yang sangat panjang dalam mem pertemukan banyak budaya, baik dari kawasan daratan Asia maupun pesisir Mediterania Timur. Untuk bidang sastra, contoh terpenting dalam hal ini barang kali adalah Alf Laylah wa-Laylah alias Seribu Satu Malam atau The Arabian Nights.

Kisah-kisah di dalamnya disusun sedemikian rupa sehingga menjadi cerita berbingkai. Karena mengagumi khazanah kesusastraan ini, sultan Abbasiyah memerintahkan sejumlah ilmuwan untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab.

Hasil terjemahan itu kemudian ditambahi pula dengan bumbu-bumbu cerita yang intinya mengapresiasi pemimpin Abbasiyah, utamanya Harun al-Rasyid sendiri. Bagaimanapun, porsi terbesar cerita berbingkai ini berasal dari hikayat Persia, Hezar Afsan (Seribu Kisah), yang juga mengadopsi banyak elemen budaya India. 

Baca juga : Kiprah Ottoman Lawan Inkuisisi Spanyol di Negeri Islam

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement