Jumat 27 Aug 2021 07:00 WIB

Konsep Child Free Banyak Diikuti, Bagaimana Sikap Muslim?

Konsep child free muncul dari negara-negara barat.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil
Konsep <em>Child Free</em> Banyak Diikuti, Bagaimana Sikap Muslim?. Foto: Ilustrasi Pernikahan Dini
Foto: Pixabay
Konsep Child Free Banyak Diikuti, Bagaimana Sikap Muslim?. Foto: Ilustrasi Pernikahan Dini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Konsep Child free atau kondisi pasangan suami istri memilih untuk tidak punya anak, di negara-negara Barat menjadi isu yang tidak asing. Namun belakangan, isu ini cukup ramai menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, terlebih saat banyak figur yang mengakui telah mengadopsi konsep tersebut.

Pengakuan dari figur-figur yang dikenal publik ini akhirnya menimbulkan berbagai tanggapan masyarakat. Platform media sosial banyak merekam diskusi publik terkait ini. Ada yang mendukung, ada pula yang tidak sependapat atas konsep ini. Lalu, seperti apa Muslim harus bersikap? bagaimana pandangan Islam terkait ini?.

Baca Juga

Pendidik dan pemerhati isu Muslimah, Ustazah Elizabeth Diana Dewi mengatakan, sangat penting untuk mengetahui latar sejarah suatu ide atau pemahaman sebelum mempraktikannya. Menurutnya, child free adalah konsep yang dicetuskan oleh para feminis yang menggaungkan politic of body atau politik tubuh. Sebuah konsep yang dibawa oleh para feminis radikal.

“Jadi patutkah dirujuk konsep dari orang-orang yang nggak mau sholat?, atau punya pasangan sejenis?. Masa iya konsep itu datang dari mereka, lalu mau kita adopsi. Konsep ini bagian dari politik tubuh, politic of body, the right of body, rahim kita adalah hak-ku. Jadi, jangan salah kaprah menyikapi konsep, karena tidak tahu sejarah konsep itu muncul,”terangnya.

Padahal menurutnya, Islam sebagai agama memiliki konsep sendiri dalam membangun keluarga. Konsep tesendiri yang tujuan utamanya adalah untuk beribadah kepada Allah SWT yang sama sekali berbanding terbalik dengan konsep child free yang berakar dari sekularisme,

Lulusan Pondok Modern Gontor ini juga menjelaskan, kemunculan isu child free ini tidak boleh diremehkan. Dia menyarankan beberapa hal sebagai solusi atas masalah ini.

    Edukasi bahwa nikah adalah ibadah

Menurutnya, generasi saat ini harus lebih diberi pemahaman bahwa pernikahan adalah ibadah, bukan sekedar tindakan untuk menyenangkan diri sendiri. Menikah disebutnya juga upaya untuk mempersiapkan generasi yang mewarisi kesalehan dan keimanan kepada Allah SWT. Perlu juga diingatkan kembali tentang ayat tujuan penciptaan manusia yang jika dipahami betul, konsep child free ini bahkan tidak akan terbenak sedikitpun.

    Bimbingan orangtua dalam memilih pasangan

Ustazah Elizabeth menyebutkan, orang tua sebagai pendidik utama bagi seorang anak harus membimbing dalam hal memilih pasangan untuk anak. Calon pasangan yang terpenting adalah orang yang mengajak kepada tujuan terpenting pernikahan, yakni ibadah di setiap aktivitasnya.

“Saya pernah kedatangan orang yang mengaku akan menikah dengan orang asing yang dikenal dari media sosial. Tanpa tahu sholatnya bagaimana, tanpa tahu asal usul keluarganya. Dari sini lah konsep child free ini berawal,”katanya.

    Peran pendidik

Mudahnya akses informasi saat ini membuat mudah juga ide atau pemahaman asing diketahui anak. Untuk itu, peran guru di sekolah-sekolah juga sangat penting untuk membimbing anak kepada pemahaman yang benar bagi seorang Muslim.

“Guru tanggung jawabnya menyiapkan generasi sekarang. Bisa lolosnya konsep seperti ini berarti kan ada yang memperkenalkan. Berarti juga tidak ada yang menjaganya (anak),”tuturnya.

    Dorongan pemerintah

Orang-orang yang mempraktikkan child free, saat ini disebutnya memang lebih banyak dari kalangan orang dengan ekonomi yang cukup. Tapi pemerintah juga dikatakannya perlu melakukan berbagai dorongan atau stimulus agar alasan-alasan child free seperti tingkat ekonomi yang lemah bisa dihindari.

“Perlu ada kebijakan-kebijakan yang mendukung masyarakat agar merasa aman untuk berkeluarga, membangun generasi, punya anak,”katanya.

“Saya pernah di Australia, di sana ketika lahir anak mendapatkan haknya, dijamin sekolahnya. Kemudian dari sisi kebutuhan dasarnya dijamin hak makannya. Kalau yang cacat malah diberi rumah,” tambahnya.

    Kampanye nilai

Seiring dengan banyaknya orang yang mengangkat isu child free ini, kata dia, harus diiringi dengan pemberian informasi tentang konsep Islam. Menurutnya, kampanye-kampanye dengan pendekatan kekinian sangat penting agar informasi atau konsep Islam tidak menjadi asing bagi Muslim sendiri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement