Senin 23 Aug 2021 22:02 WIB

Saat Gubernur Zalim Dipecat oleh Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz memecat gubernur yang zalim.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil
Saat Gubernur Zalim Dipecat oleh Umar bin Abdul Aziz. Foto: Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Foto: blogspot.com
Saat Gubernur Zalim Dipecat oleh Umar bin Abdul Aziz. Foto: Khalifah Umar bin Abdul Aziz

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dituliskano leh Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam bukunya "Kisah-Kisah Sahabat", Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahmatullah alaih melantik seseorang sebagai pimpinan di suatu wilayah. Kemudian seseorang memberitahukan kepadanya bahwa orang itu pernah menjadi pimpinan yang diangkat oleh Hajjaj bin Yusuf.

"Hajjaj merupakan seorang Gubernur yang zalim pada zaman pemerintahan Yazid bin Muawiyah," tulis Syekh Maulana Muhammad Zakariyya.

Baca Juga

Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahmatualaih segera memecat orang itu. Orang itu berkata, "Aku hanya sebentar bekerja pada Hajjaj," sergahnya.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahmatullahalaih menjawab. "Satu hari atau kurang bersamanya, sudah cukup membuat buruk seseorang," katanya Syekh Zakariyya mengutip dari kitab Ihya Ulumuddin.

 

Syekh Maulana Zakariyya mengatakan, pengaruh suatu pergaulan pasti akan membekas.  Jika seseorang berteman dengan orang-orang yang bertakwa, tanpa terasa ketakwaan itu akan membekas dalam dirinya dengan mudah.

"Demikian pula jika seseorang berteman dengan orang fasik, tanpa terasa kebaikannya itu juga akan mempengaruhinya," katanya.

Itulah sebabnya berteman dengan orang yang berakhlak buruk itu dilarang. Bahkan, berdekatan dengan binatang seseorang dapat terpengaruh olehnya.

Baginda Rasulullah SAW bersabda berbangga-bangga dengan kesombongan menimpa peternak-peternak unta dan kuda. Dan sifat lembut akan diperoleh para penggembala kambing."(dari kitab Bukhari).

Baginda Rasulullah SAW juga bersabda permisalan bergaul dengan orang sholeh seperti duduk di samping penjual minyak wangi. Biarpun tidak mendapat minyak misiknya, bau bau wanginya tentu akan menyegarkan otak. Sebaliknya bergaul dengan orang yang buruk akhlaknya, seperti duduk di dekat pandai besi, meskipun tidak terbakar apinya, asapnya tentu akan mengenainya." ( dari Kitab Jam'ul Pawaid).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement