Senin 23 Aug 2021 21:25 WIB

Jatim Sumbang Tertinggi Kasus Kematian Harian

Penambahan kasus positif pada hari ini juga mengalami penurunan signifikan.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Fakhruddin
Jatim Sumbang Tertinggi Kasus Kematian Harian (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Jatim Sumbang Tertinggi Kasus Kematian Harian (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jumlah kasus kematian harian pada Senin (23/8) semakin menunjukan penurunan. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat, penambahan kasus kematian hari ini sebanyak 842 orang dan menjadikan total kasus mencapai 127.214.

Jika dibandingkan pada hari-hari sebelumnya, angka kasus kematian hari ini lebih rendah dibandingkan Ahad (22/8) yang sebesar 1.030 kasus. Sedangkan pada Sabtu (21/8), kasus kematian mencapai 1.361.

Dari data Satgas, lima provinsi yang menyumbangkan kasus kematian harian tertinggi hari ini yakni Jawa Timur dengan 189 kasus meninggal. Disusul Jawa Tengah menambahkan 98 kasus meninggal, Bali melaporkan 66 kasus, Lampung 58 kasus meninggal, dan DI Yogyakarta 39 kasus.

Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini juga mengalami penurunan signifikan yakni mencapai 9.604 kasus baru, dengan total kasus konfirmasi yang mencapai 3.989.060. Namun, penurunan jumlah kasus ini juga seiring dengan penurunan jumlah pemeriksaan spesimen yang sebanyak 122.737 kasus dan 74.324 orang. Positivity rate orang harian pun tercatat sebesar 12,92 persen.

Sedangkan angka kasus aktif terus mengalami penurunan. Pada hari ini, Satgas mencatat penurunan jumlah kasus aktif yang sebesar 15.996, sehingga sebanyak 290.764 pasien lainnya masih dalam perawatan. Untuk kasus kesembuhan, Satgas melaporkan penambahan kasus sebanyak 24.758 dan menjadikan total kasus kesembuhan mencapai 3.571.082.

Dari penambahan kasus positif harian ini, Jawa Barat mencatatkan kenaikan tertinggi yang mencapai 1.483 kasus, disusul Jawa Timur melaporkan 1.073 kasus baru. Kemudian di posisi ketiga yakni Jawa Tengah dengan 798 kasus, Sumatera Utara menambahkan 514 kasus baru, dan DI Yogyakarta melaporkan penambahan 507 kasus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement