Jumat 20 Aug 2021 04:55 WIB

Jumlah Bidadari di Surga untuk Setiap Pria Beriman

Orang beriman di surga akan mendapatkan dua bidadari sebagai istrinya.

Jumlah Bidadari di Surga untuk Setiap Pria Beriman
Foto: Pixabay
Jumlah Bidadari di Surga untuk Setiap Pria Beriman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dia yang tidak melindungi dirinya dari perbuatan zina dan dari semua tindakan yang mengarah ke zina akan kehilangan kenikmatan yang diperoleh dari para bidadari surga atau akan kehilangan kenikmatan serupa yang diberikan kepada mereka yang saleh, yang menjaga kesuciannya dari tindakan terlarang, dan melindungi kesucian dirinya selama hidup di dunia.

Majdah Amir dalam Buku Pegangan Utama Fiqih Wanita: Segala Hal yang Ingin Anda Ketahui tentang Perempuan dalam Hukum Islam mengatakan riwayat yang sahih menyebutkan orang beriman di surga akan mendapatkan dua bidadari sebagai istrinya. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan Rasulullah saw. bersabda,

Baca Juga

"Kelompok pertama dari para pria beriman yang masuk ke surga adalah yang terlihat seperti bulan purnama dan yang berada di sebelah mereka seperti planet yang paling bercahaya di surga. Mereka tidak buang air, tidak pergi ke kamar kecil, tidak juga meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, napas mereka beraroma kesturi, istri-istri mereka adalah para bidadari, tingkah laku mereka sama, dan penampilan mereka seperti ayah mereka, Adam, setinggi delapan belas meter di surga." (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga : Taliban Deklarasikan Emirat Islam Afghanistan

 

Syuhada akan menikah dengan tujuh puluh dua istri, yaitu pada bidadari surga yang cantik, berdasarkan hadits dari Rasulullah saw:

"Syuhada berhak mendapat keutamaan dari Allah. Dia telah dimaafkan dosanya, disediakan tempat di surga, dihiasi dengan iman, dia bebas dari siksa kubur, dia bebas dari ketakutan. Di kepalanya diberikan mahkota kemuliaan, dengan permata yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dia akan menikah dengan tujuh puluh dua istri yaitu para bidadari surga dan dia membawa tujuh puluh saudaranya ke surga," (HR Ahmad).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement