Selasa 10 Aug 2021 05:37 WIB

Cara Menyeimbangkan Hidup Sebagai Muslim

Seorang Muslim harus sholat, membaca Alquran, puasa, berakhlak baik, dan lainnya.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Cara Menyeimbangkan Hidup Sebagai Muslim
Foto: EPA/Artur Shvarts
Cara Menyeimbangkan Hidup Sebagai Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai seorang Muslim, kita seolah memiliki banyak sekali peran dan tuntutan. Kita harus sholat, membaca Alquran, puasa, zakat, bersikap ramah kepada orang tua, menjadi imam bagi istri, aktif berolahraga, berpolitik, berakhlak baik, dan banyak lainnya.

Bagi sebagian orang, peran-peran yang harus ia jalani sebagai seorang Muslim yang taat terlihat sangatlah berat. Hingga mereka khawatir bagaimana cara membagi peran-peran tersebut tanpa menguranginya satu pun.

Baca Juga

Seorang Muslim kelahiran Kanada, Walid Najmeddine, mengatakan yang perlu dilakukan adalah menentukan prioritas. "Menetapkan prioritas dan membangun keseimbangan dalam hidup kita adalah yang paling penting. Prioritas mulai dengan yang fardhu atau ibadah wajib dan melakukannya," kata Walid, dilansir di About Islam.

Dengan mendahulukan yang wajib, artinya sebagai Muslim ia memiliki tanggung jawab terhadap Allah terlebih dahulu. Karena Allah yang menciptakan dan memberikan kehidupan serta memberikan apa yang dibutuhkan dalam hidup.

Tidak lupa juga mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan tetap berpegang teguh pada Alquran. "Kita perlu membangun iman dan pemahaman kita sendiri tentang Islam, dan kemudian bekerja di sekitar kita. Seperti yang saya sebutkan di atas, kita tidak bisa melakukan semuanya sekaligus. Tubuh kita memiliki hak atas kita," jelasnya.

Selain beribadah, tubuh juga berhak mendapatkan nutrisi yang cukup, tidur, dan olahraga, tetapi tidak menghabiskan seluruh waktu kita melakukan hal-hal itu. Sama halnya dengan keluarga dan teman-teman, juga memiliki hak atas kita, tetapi kita tidak menghabiskan seluruh waktu dan usaha kita mencoba menyenangkan mereka.

Begitu juga dalam bermasyarakat, mereka memiliki hak, tetapi tidak harus mengabdikan seluruh waktu kita melayani dan mengorbankan diri kita sendiri dan orang-orang terkasih. Lebih baik memilih tujuan untuk diperjuangkan. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement