Rabu 07 Jul 2021 10:39 WIB

Kesetaraan Pria dan Wanita dalam Alquran

Islam memperlakukan pria dan wanita berdasarkan kesetaraan tanggung jawab.

Kesetaraan Pria dan Wanita dalam Alquran. Ilustrasi Suami Istri
Foto: dok. Republika
Kesetaraan Pria dan Wanita dalam Alquran. Ilustrasi Suami Istri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak ayat Alquran yang membuktikan Islam memperlakukan pria dan wanita berdasarkan kesetaraan dalam hal tugas-tugas, tanggung jawab, dan pahala mereka. Di antaranya adalah ayat-ayat berikut ini, dikutip dari Buku Pegangan Utama Fiqih Wanita: Segala Hal yang Ingin Anda Ketahui tentang Perempuan dalam Hukum Islam oleh Majdah Amir.

Maka Tuhan memperkenankan permohonan mereka dengan berfirman, "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan perbuatan orang yang beramal di antaramu, baik laki-laki maupun perem puan, karena sebagianmu berasal dari sebagian yang lain." (Ali Imran: 195).

Baca Juga

Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, baik dia laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia orang yang beriman, mereka masuk ke dalam surga serta tidak dirugikan sedikit juga (an Nisa': 124).

Orang-orang munafik, baik dia laki-laki maupun perempuan, satu sama lain ada persamaan perangainya: mereka menyuruh berbuat mungkar dan melarang perbuatan yang baik, dan tangannya tergenggam. Mereka melupakan Allah, karena itu Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang fasik (at-Tawbah: 67).

Sesungguhnya pria dan wanita yang muslim, pria dan wanita yang mukmin, pria dan wanita yang pasrah dalam beramal, pria dan wanita yang jujur dalam perkataan dan perbuatan, pria dan wanita yang sabar, pria dan wanita yang khusyuk kepada Tuhan, pria dan wanita yang dermawan dengan harta dan kebajikan, pria dan wanita yang berpuasa, pria dan wanita yang memelihara kehormatannya, pria dan wanita yang banyak menyebut nama Allah, kepada mereka telah disediakan Allah ampunan dan pahala yang besar (al-Ahzab: 35).

Dan supaya Dia menyiksa orang-orang yang munafik, baik laki laki maupun perempuan, orang-orang musyrik yang laki-laki maupun perempuan, yang mempunyai persangkaan jahat terhadap Allah. Mereka mendapat giliran buruk. Allah memurkai mereka, mengutuk mereka, dan menyediakan neraka jahanam bagi mereka. Dan neraka jahanam itu adalah seburuk-buruknya tem pat kembali (al-Fath: 6)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement