REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Alat pengatur waktu tidak dikenal di abad ke-8 di Eropa dan kedatangannya di istana Charlemagne membuat orang-orang yang melihatnya terpesona. Kisah episode ini dan kecanggihan teknisnya dibawa selama berabad-abad, Voltaire (1694-1778) menjelaskan jam ini, dia berkata:
"Hadiah jam dari Harun al-Rashid untuk Charlemagne dianggap sebagai keajaiban. Mengenai filosofi kognitif, filosofi suara, fisika, astronomi dan prinsip-prinsip kedokteran, bagaimana mereka bisa diketahui (oleh Muslim), ini baru saja kita ketahui?"
Sayangnya, jam ini tidak bertahan hingga zaman modern. Namun, kemunculannya dicatat dalam Royal Frankish Annals, sebuah kronik, yang ditulis dalam bahasa Latin oleh berbagai orang gereja Frank, yang mencatat peristiwa terkini yang patut diperhatikan dari tahun 741 hingga 829 M.
Dikutip dari laman Muslim Heritage pada Kamis (20/5), berikut ini adalah kutipan terjemahan dari Royal Frankish Annals tahun 807 M: