Sabtu 08 May 2021 05:55 WIB

540 tahun yang Lalu, Sang Penakluk Bebaskan Konstantinopel

540 tahun yang lalu, Sultan Mehmed II berada pada transisi penting dalam sejarah.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko
Gambar Sultan Mehmet II, atau
Foto:

Mehmet diyakini dapat berbicara dengan bahasa Persia, Arab, Yunani kuno dan Italia. Ini dipandang oleh banyak orang sebagai tanda yang menunjukkan keinginannya untuk membentuk sebuah kerajaan yang mencakup Barat dan Timur.

Sejarawan Turki menyatakan, bahwa perpustakaannya mencakup buku-buku tentang topik seperti geometri, agama, teknik, astronomi, aritmatika, arkeologi, geografi, dan filsafat.

Di samping itu, ia juga dikenal sebagai seorang penyair. Sang penakluk memiliki minat yang besar pada seni, setelah menugaskan pelukis Renaisans Bellini untuk membuat potretnya. Kaisar Ottoman mungkin terinspirasi oleh kehidupan Alexander Agung dalam upayanya membentuk sebuah kerajaan.

Homer Iliad merupakan salah satu buku di perpustakaannya, dan peta dunia kuno Ptolemy diyakini sebagai salah satu permata dalam koleksinya.

Adapun Mehmed merupakan seorang Sultan yang tinggi, dengan pipi tebal, hidung melengkung, berotot, dan kuat yang terobsesi dengan membaca. Dia membaca karya filosofis yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan Arab. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement