Ahad 14 Mar 2021 21:46 WIB

4 Contoh Ibadah yang Rutin Dilakukan Malaikat

Malaikat rutin melakukan ibadah kepada Allah SWT

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Malaikat rutin melakukan ibadah kepada Allah SWT. Ilustrasi alam malaikat
Foto: Antara Foto
Malaikat rutin melakukan ibadah kepada Allah SWT. Ilustrasi alam malaikat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para malaikat adalah salah satu makhluk Allah SWT yang sangat taat beribadah. Para malaikat bertindak sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT. 

Para malaikat itu pun beribadah dengan berbagai macam cara. Seperti dikutip dari Islamweb, setidaknya ada empat contoh ibadah para malaikat:

Baca Juga

Pertama, bertasbih. Para malaikat selalu berdzikir kepada Allah Swt, dan dzikir yang paling adalah kalimat tasbih. Seperti bertasbihnya malaikat Hamalatul Arasy kepada Allah,

الَّذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم “Malaikat-malaikat yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekeliling-Arsy bertasbih memuji Tuhannya” (QS Ghafir: 7). Begitu juga bertasbihnya para malaikat pada umumnya, Allah SWT berfirman:

 

والملائكة يسبحون بحمد ربهم “Dan para malaikat bertasbih memuji Tuhan Mereka” (QS Asy-Syuro: 5)

Kedua, bershaf-shaf, berdiri dan bersujud. Dari Jabir bin Samurah RA dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا  يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ “Mengapa kalian tidak berbaris sebagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya?” Maka kami berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya?” Beliau bersabda, “Mereka menyempurnakan barisan awal dan saling menempel satu sama lainnya dalam barisan.” (HR Muslim).

Dan Allah SWT menyebutkan tentang malaikat dalam Alquran: وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ “Dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).” ( QS As-Saffat: 165).

Dalam hadits sahih riwayat Imam At-Thahawi dalam Musykilul Atsar dan Riwayat Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir dalam Hakim Ibnu Hizam berkata:

بينما رسول الله صلى الله عليه وسلم في أصحابه إذ قال لهم : "أتسمعون ما أسمع؟" . قالوا : ما نسمع من شيء ، قال : "إني لأسمع أطيط السماء ، وما تلام أن تئط ، ما فيها موضع شبر إلا عليه ملك ساجد أو قائم

Rasulullah berkata kepada kami (para sahabat): “Apakah engkau mendengar seperti yang saya dengar? Mereka menjawab, “Kami tidak mendengar sesuatu apapun.”

 Lalu Nabi bersabda, “Saya mendengar rintihan langit (karena keberatan), dan langit berhak merintih, tidaklah terdapat jarak satu jengkalpun dilangit melainkan diatasnya terdapat malaikat yang sujud atau berdiri. (hal ini karena banyaknya para malaikat)”. (HR Al- Bazzar dan Ath-Thabrani). 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement