Rabu 10 Mar 2021 18:18 WIB

Mengenal Makna Isra dan Miraj

Setiap bulan Rajab umat Islam memperingati Isra Miraj.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Muhammad Hafil
Mengenal Makna Isra dan Miraj. Foto:  Murid SD Islam Al Azhar berakting saat pementasan drama Isra Miraj: The Miraculous Night Journey di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/4).
Foto: Antara/Moch Asim
Mengenal Makna Isra dan Miraj. Foto: Murid SD Islam Al Azhar berakting saat pementasan drama Isra Miraj: The Miraculous Night Journey di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/4).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Setiap bulan Rajab, umat Islam memperingati perjalanan Nabi Muhammad saw yang dikenal Isra Miraj. Allah berfirman dalam surat al-Isra’ ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Baca Juga

Sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr. “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”.

Al-Isra (perjalanan malam hari) yang diikuti dengan Al-Miraj (kenaikan surgawi) adalah salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw. Menurut pendapat yang paling diterima, peristiwa itu terjadi pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabian Muhammad.

Dalam banyak hadits dijelaskan Rasulullah pergi dari Masjidil Haram, Makkah menuju Masjidil Aqso, Yerusalem dengan makhluk al-Buraq. Sampai di Masjidil Aqso, malaikat Jibril membawanya menuju surga. Di sana, Rasulullah bertemu nabi lain, yaitu Adam, Yahya, Isa, Idris, Harun, Musa, dan Ibrahim. Setelah bertemu dengan para nabi terdahulu, Rasulullah menuju Sidratul Muntaha.

Hadiah pemberian Allah

Saat menghadap Allah, Rasulullah diperintahkan shalat sebanyak 50 kali sehari. Atas negoisasi yang dilakukan oleh Nabi, akhirnya perintah shalat wajib turun menjadi lima kali sehari. Setelah itu, Rasulullah kembali ke Makkah pada malam yang sama.

Oleh karena itu, umat Islam harus bersyukur kepada Allah atas anugerah ini. Mereka harus menjaganya dan tidak mengabaikannya.

Waktu dan ruang tidak terikat bagi Allah

Salah satu pelajaran utama dari peristiwa Isra Miraj adalah ruang dan waktu yang terikat oleh hukum alam bagi manusia tidak terikat untuk Allah. Pada malam itu, Nabi Muhammad menjembatani ruang dan waktu lalu bepergian ke surga atas kehendak Allah.

Allah membawa Rasulullah kepada-Nya untuk menunjukkan kepada kita nilai sejati di sisi Allah. Konsep mukjizat memang sesuatu yang menentang logika, alam, atau jalannya sesuatu. Mukjizat dimiliki pada setiap rasul, contohnya Nabi Musa yang memiliki tongkat bisa berubah menjadi ular dan membelah Laut Merah. Ini adalah bentuk atas kekuasaan Allah.

Sama pula dengan Nabi Isa as yang memiliki mukjizat dapat membangkitkan orang yang sudah meninggal. Perjalanan malam Nabi Muhammad jelas tidak mudah dipercaya oleh orang Makkah saat itu. Namun, Nabi dapat menjelaskannya dengan baik. Mukjizat kenabian tidak hanya menetapkan keunggulan Nabi bagi umat Islam tapi juga membantu membuktikan kenabiannya kepada orang-orang kafir pada masanya.

Merayakan Isra Miraj

Dilansir Rabu (10/3), bagi umat Islam, tidak ada perayaan seperti puasa atau shalat khusus untuk memperingati Al-Isra dan Al-Miraj. Namun di beberapa tempat, umat Islam memiliki fungsi peringatan. Kisah perjalanan Nabi diceritakan dalam bentuk puisi atau ceramah. Rasulullah tidak melakukan praktik khusus untuk memperingatkan Isra Miraj. Ada ulama berpendapat, perayaan Isra Miraj dimaksudkan agar umat Islam tahu pentingnya Isra Miraj dalam sejarah Islam dan pentingnya cinta kepada Rasulullah. 

sumber : About Islam
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement