Ahad 07 Mar 2021 05:40 WIB

22 Kesalahan Bacaan Surat Al-Fatihah yang Umum Dilakukan

Banyak sekali kesalahan bacaan surat Al-Fatihah yang kerap dilakukan

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Banyak sekali kesalahan bacaan surat Al-Fatihah yang kerap dilakukan. Surat Al-Fatihah
Foto: Republika/ Nashih Nashrullah
Banyak sekali kesalahan bacaan surat Al-Fatihah yang kerap dilakukan. Surat Al-Fatihah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Membaca Alquran termasuk ke dalam ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya.

Surat pertama dalam Alquran adalah surat Al-Fatihah, yaitu surat yang terdiri dari tujuh ayat dan membacanya termasuk salah salah satu rukun shalat.

Namun, dalam membaca surat Al-Fatihah ini mungkin masih banyak yang salah, khususnya terkait dengan tajwidnya karena itu, umat Islam harus terus belajar memperbaikinya.

Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alqur’an dan mengajarkannya.”

Dalam artikelnya di laman alukah, Ahmad Mamduh Al-Sharqawi, telah menjelaskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat membaca surat Al-Fatihah.

1. Tidak melafalkan atau melupakan basmalah, yaitu:

 بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

2. Ketika membaca huruf Ba’ tidak menggerakkan rahang ke bawah, khususnya dalam kata “Bismi”

3. Menutup bibir saat mengucapkan huruf Ra’ pada kata “ Al-Rahman Al-Rahim ” 

4.  Banyak orang yang terlalu memanjangkan bacaannya secara tajwid. Seharusnya hanya dibaca panjang dua harakat, yang merupakan panjang mad thabi'i (mad asli), tapi justru dibaca panjang dengan empat atau lima harakat. Seperti pada kata-kata, لِلَّهِ  -  الْعَالَمِينَ 

5. Membaca taskin (dimatikan) kata: "Rabbi" dalam firman Allah SWT,

 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ dan yang benar adalah memperjelas harakat kasrahnya 

6. Membaca taskin (dimatikan) kata: "Maliki" dalam kalimat مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ, dan yang benar adalah memperjelas harakat kasrahnya 

7. Tidak menekankan tasydid pada huruf "Dal dalam kata الدِّين. Seolah-olah membaca huruf ta’, sehingga bisa mengubah maknanya 

8. Membaca taskin (dimatikan) huruf dal pada kata: “نعبدْ", dan yang benar adalah نعبدُ dengan memperjalas harkat dhommahnya.  Dan ada orang yang memperpanjang harkat dhommahnya, dengan mengucapkan, نعبدو, dan membaca seperti itu salah

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement