Selasa 02 Mar 2021 05:50 WIB

Sholat Zuhur Terakhir Cucu Nabi Al-Husain di Medan Karbala

Imam Al-Husain sempat melakukakn sholat Zuhur sebelum syahid di Karbala

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah
Imam Al-Husain sempat melakukakn sholat Zuhur sebelum syahid di Karbala. Karbala
Foto:

Kekuatan dua kubu memang tidak imbang, dan pasukan al-Husain menyadari kenyataan ini. Menurut perhitungannya, mereka tidak mampu menghadapi pasukan Kufah. Oleh karena itu, satu-satunya hal yang terpikirkan di benak mereka adalah gugur membela sang pemimpin, al-Husain. 

Dan benar saja, mereka berguguran satu demi satu di hadapan al-Husain. Jasad mereka memang berguguran, namun roh mereka menuju ke langit yang tinggi. Jiwa-jiwa suci mereka diangkat ke sana dan mengarah ke Surga Adn, dan itulah tempat yang disenangi yang disediakan Rabb yang Mahakuasa. 

Abu Bakar bin Ali maju, lalu terbunuh di tangan Hamdan. Abu Bakar bin al-Hasan juga maju menerjang musuh, lalu ia gugur di tangan Abdullah bin Uqbah al-Ghanawi. Abu Bakar bin al-Husain juga maju, lalu ditikam  Harmalah bin al-Kahil. Ja'far dan al-Abbas maju, namun keduanya juga terbunuh. Semua pengorbanan itu mereka lakukan demi membela al-Husain. 

Mereka benar-benar memenuhi baiat mereka dahulu. Ketika itu mereka menyatakan, "Kami akan mengorbankan nyawa, harta, dan keluarga kami demi membelamu. Kami akan berperang bersamamu hingga tiba di tempat yang hendak kamu tuju. Sungguh, Allah hanya akan memperburuk kehidupan sepeninggalmu." (Lihat Tarikh ath-Thabari).

Meskipun jumlah kedua pasukan tidak berimbang, peperangan tetap berlangsung dengan sengit. Cara bertempur pasukan al-Husain menunjukkan pengorbanan yang tinggi. Bagi mereka, tidak ada harapan untuk bisa keluar dari peperangan hari itu dalam kondisi hidup. 

Al-Husain benar-benar dibela oleh seluruh saudaranya, anaknya, dan keponakannya. Begitu pula dengan anak-anak Aqil dan anak-anak Abdullah bin Ja'far, mereka semua bertempur di hadapan al-Husain dan berusaha mati-matian melindunginya hingga mereka gugur satu per satu sebagai syuhada Karbala. Mereka semua gugur tanpa ada yang tersisa, tidak seorang pun selain al-Husain. 

Ketika al-Husain kehausan, seseorang menghampirinya dengan membawakan air, lalu memberikan air itu padanya. Belum sempat cucu Nabi itu meneguknya, Hushain bin Tamim sudah lebih dahulu melesatkan anak panahnya hingga mengenai mulut al-Husain. 

Dia hanya bisa menyeka darah yang bercucuran dari mulutnya seraya memuji Allah, lalu dia berjalan menuju bendungan untuk meminum air dari Sungai Eufrat. 

 

Akan tetapi, pasukan Kufah menghalangi langkahnya. Salah seorang prajurit Kufah melesatkan panah hingga menembus langit-langit mulutnya (Lihat Siyar A'lamin Nubala).  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement