Senin 08 Feb 2021 17:38 WIB

IHSG Ditutup Menguat di Awal Pekan

Sektor properti hingga infrastruktur mendominasi pergerakan IHSG hari ini.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona positif pada perdagangan hari ini, Senin (8/2). IHSG ditutup menguat 57 poin atau 0,93 persen menjadi 6.208,86. 

Sektor properti, pertambangan, industri dasar, keuangan, perdagangan, perkebunan, infrastruktur, aneka industri mendominasi pergerakan IHSG sehingga menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG hari ini. 

Baca Juga

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus mengatakan pergerakan pasar saham Asia masih diselimuti oleh sentimen positif terkait harga minyak yang terus mencatatkan kenaikan setelah OPEC+ melakukan pembatasan produksi. 

"Hal ini juga memberikan harapan terkait pemulihan ekonomi dunia dimana permintaan mulai naik seiringan dengan bangkitnya sektor manufaktur," kata Nico, Senin (8/2).

Namun negara pengekspor masih pesimistis terkait membaiknya neraca perdagangan pada tahun ini. Laju pemulihan pada produsen OPEC+ diproyeksikan melambat. 

Pemerintah pekan ini memproyeksikan produksi minyak mentah Amerika Serikat tidak akan melampaui rekor 2019 sebesar 12,25 juta barel per hari hingga 2023. Produksi pada 2020 turun 6,4 persen menjadi 11,47 juta barel per hari. 

Dari dalam negeri, pergerakan pasar saham mulai terbatas menjelang rilis neraca perdagangan Januari yang rencananya akan rilis pada awal pekan depan. Selain itu, pelaku pasar juga kembali mengukur dampak dari perpanjangan PPKM jilid III yang rencananya akan berjalan dari 9 Februari hingga 22 Februari 2021.

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan diantaranya SMRA, PTPP, ANTM, UNTR, PWON. Sedangkan saham-saham yang medominasi penurunan diantaranya AKRA, SMGR, UNVR, ICBP, MNCN.

Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp241,39 miliar disemua pasar. Meski demikian, secara year to date investor asing telah melakukan pembelian bersih sebesar Rp11,63 triliun. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement