Jumat 29 Jan 2021 04:36 WIB

Kisah Nabi Muhammad SAW: Konspirasi Kaum Quraisy

Lalu ada yang mengusulkan supaya dikatakan bahwa Muhammad dukun atau gila.

Rep: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)/ Red: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)
Nabi Muhammad SAW (12), Kaum Quraisy Menyusun Konspirasi | Suara Muhammadiyah

Seharusnya, menurut mereka, rasul yang diutus itu haruslah orang besar seperti raja-raja, punya pengawal dan pengiring, punya harta kekayaan yang melimpah. Bukan seseorang yang harus pergi ke pasar untuk mencari nafkah bagi kehidupannya. Allah SWT berfirman  lanjutan ayat 7 di atas:

أَوۡ يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡهِ كَنزٌ أَوۡ تَكُونُ لَهُۥ جَنَّةٞ يَأۡكُلُ مِنۡهَاۚ وَقَالَ ٱلظَّٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلٗا مَّسۡحُورًا

“Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”.(Q.S.Al-Furqan 25: 8)

Memang sejak awal Abu Lahab paling depan menghalangi dakwah Nabi. Di samping Abu Lahab, yang paling keras juga menentang Nabi adalah al-Hakam ibn Hisyam yang populer dengan sebutan Abu Jahal.

Abu Jahal berusaha menghalangi Nabi untuk mendirikan shalat di depan Ka’bah. Suatu hari tatkala Abu Jahal berpapasan dengan  Nabi yang menuju Masjid Haram untuk shalat, dia mengancamnya: “Bukankah aku sudah melarangmu shalat, Muhammad? Engkau tahu tidak ada yang lebih banyak sekutunya melebihi aku.” Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهُۥ سَنَدۡعُ ٱلزَّبَانِيَةَ

“Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah.” (Q.S. Al-‘Alaq 96: 17-18)

Allah SWT memerintahkan Nabi untuk terus shalat, jangan dihiraukan larangan Abu Jahal tersebut. Allah SWT berfirman:

كَلَّا لَا تُطِعۡهُ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩

“Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” (Q.S. Al-‘Alaq 96: 19)

Tidak bisa melarang Muhammad shalat, Abu Jahal naik pitam dan bertekad akan membunuh Nabi.

Suatu hari dia menyatakan niatnya itu kepada orang-orang Qurasy: “Wahai suku Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah membangkang, seperti apa yang kalian lihat. Dia telah melecehkan agama kita, mencemooh nenek moyang kita, membodoh-bodohkan orang-orang pintar kita, dan mencaci maki sesembahan kita. Sungguh, aku berjanji demi Allah, besok aku akan menduduki dia dengan batu. Ketika dia sujud dalam shalatnya, aku pecah kepalanya. Setelah itu Banu Abd Manaf hendaklah bertindak sebagaimana mestinya.” ( Ibn Katsir, al-Bidayah wa an-Nihayah, jilid 4, hal 145-146)

Pagi-pagi sekali Abu Jahal menunggu kedatangan Nabi di sekitar Ka’bah. Musuh Allah itu sudah siap dengan  batu besar untuk melaksanakan niatnya.

Seperti biasa Nabi datang untuk shalat, mengambil posisi di antara rukun Yamani dan Hajar Aswad menghadap ke arah Syam. Ketika Nabi sujud, Abu Jahal bergerak cepat mengambil batu yang sudah disiapkan dan bergegas menuju Nabi.

Mendadak dia berbalik dengan wajah pucat ketakutan. “Ada apa dengan engkau wahai Abul Hakam”, tanya orang-orang Quraisy yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Abu Jahal menjawab:”Ketika aku mendekatinya, tiba-tiba muncul unta jantan. Demi Allah, aku tidak pernah melihat unta segarang itu, berleher dan bertaring seperti itu. Ia hampir menerkamku.”

Mengomentari peristiwa itu kemudian hari Nabi menyatakan itu Jibril. Seandainya dia (Abu Jahal) mendekatiku, ia pasti menyergapnya. (Ibn Katsir, al-Bidayah wa an-Nihayah, jilid 4, hal 146)

Allah SWT mengancam Abu Jahal dengan firman-Nya:

كَلَّا لَئِن لَّمۡ يَنتَهِ لَنَسۡفَعَۢا بِٱلنَّاصِيَةِ نَاصِيَةٖ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٖ

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,  (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Q.S. Al-‘Alaq 96: 15-16).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan suaramuhammadiyah.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab suaramuhammadiyah.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement