Senin 14 Dec 2020 13:40 WIB

Al-Azhar Asy-Syarif Magnet Pelajar Dunia

Al-Azhar Asy-Syarif merupakan universitas tertua di dunia.

Al-Azhar Asy-Syarif Magnet Pelajar Dunia. Universitas Al Azhar Mesir
Foto: google.com
Al-Azhar Asy-Syarif Magnet Pelajar Dunia. Universitas Al Azhar Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Zaky Al-Rasyid, Dipl. Mahasiswa Magister Ushul Fikih Al-Azhar University, Cairo dan Ketua Umum PCI Muhammadiyah Mesir 2018-2020

JAKARTA -- Al-Azhar asy-Syarif (الأزهر الشريف) merupakan lembaga Islam tertua yang dimiliki oleh umat Islam saat ini. Lembaga yang berdiri sejak tahun 972 M atau tepatnya 7 Ramadhan 361 H merupakan universitas tertua di dunia yang masih eksis sejak didirikan. Bahkan lebih tua daripada Oxford University dan Harvard University yang didirikan pada masa setelahnya.

Baca Juga

Al-Azhar di umurnya yang ke 1046 tahun, telah memberikan sumbangsih yang sangat banyak kepada umat Islam, terlebih lagi para lulusannya yang sudah berkiprah di seluruh penjuru dunia. Altarnya merupakan oase keilmuan bagi setiap penuntut ilmu yang ingin singgah di dalamnya.

Para guru Al-Azhar sangat menjaga kemurnian ajaran Islam yang diajarkannya, meriwayatkan ilmu-ilmu agama dari generasi-generasi sebelumnya tersambung hingga ke ilmu para sahabat yang bersumber pada ajaran Rasulullah Saw.

Bagi Muhammadiyah sendiri, Al-Azhar tak lepas dari ­milestone­ sejarah persyarikatan. KH. Ahmad Dahlan –pendiri Persyarikatan Muhammadiyah- terinspirasi dengan pemikiran pembaharu Syeikh Muhammad Abduh (1849-1905) dan gurunya Jamaluddin al-Afghani yang akhirnya mendirikan Persyarikatan ini pada 1912 M.

Syeikh Muhammad Abduh sendiri merupakan salah satu Grand Syeikh al-Azhar yang mana pada zamannya Al-Azhar berkembang pesat, salah satunya dengan menjadikan al-Azhar lembaga pendidikan modern dengan memasukkan ilmu-ilmu sains dan social di dalam kurikulumnya yang pada akhirnya menjadi universitas modern pada tahun 1911 M.

Karena beberapa alasan itulah banyak sekali para generasi muda islam yang bermimpi bisa mendapatkan kesempatan menimba ilmu di altar al-Azhar. Begitu juga para orang tua yang menginginkan anaknya menjadi salah satu sarjana dari lembaga islam tertua ini. Pemuda dan pemudi Islam dari penjuru dunia berbondong-bondong hijrah ke Mesir untuk ikut merasakan manisnya ilmu-ilmu yang diwariskan oleh para ulama.

Al-Azhar dan masyarakat Mesir

Di sisi lain, al-Azhar dan masyarakat Mesir yang mempunyai karakter agamis yang kuat sehingga sangat kondusif untuk menjadi tempat belajar ilmu agama. Tak sulit menemukan orang yang hafal al-Qur’an di jalanan, juga tak jarang naik angkot dengan ditemani alunan murattal fasih nan merdu.

Selain itu, Mesir sebagai salah satu negara berkembang mempunyai standar biaya hidup yang tidak begitu tinggi, masih lebih murah dibandingkan biaya hidup di Jakarta misalnya.

Al-Azhar dalam umurnya yang lebih dari 1000 tahun, telah melalui berbagai fase sejarah. Sejarahnya dimulai dari sebelum pendiriannya, yaitu penaklukan Mesir oleh Amru bin Ash yang mana merupakan tanda Islam masuk ke Bumi Kinanah dan benua Afrika.

 

sumber : Suara Muhammadiyah
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement