Senin 07 Dec 2020 06:15 WIB

Penjelasan Quraish Shihab Soal Nafkah Keluarga dari Korupsi

Hukum menafkahi keluarga dari hasil korupsi dijelaskan Quraish Shihab.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Muhammad Hafil
Penjelasan Quraish Shihab Soal Nafkah Keluarga dari Korupsi. Foto: Quraish Shihab
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Penjelasan Quraish Shihab Soal Nafkah Keluarga dari Korupsi. Foto: Quraish Shihab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pendiri Pusat Studi Alquran (PSQ) sekaligus Ahli Tafsir Indonesia, Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bagaimana hukum seorang koruptor yang menafkahi keluarganya hasil dari korupsi. Dia mengatakan semua harta benda yang terambil atau dikumpulkan dari korupsi lalu diberi nafkah untuk anak-anak, maka makanan yang dikonsumsinya berdampak buruk pada karakternya.

Quraish Shihab menceritakan sebuah kisah, ada seorang ibu pernah ditanya, “anak-anakmu semuanya sukses, kenapa?”.

Baca Juga

Kemudian, ibu itu menjawab dengan tiga hal yang selalu dia lakukan.

“Pertama, kami tidak memberikan makanan haram. Kedua, kami selalu berdoa untuk dia dengan berkata bahwa semoga Tuhan membantumu. Kendati mereka nakal, kami selalu berdoa semoga Tuhan memberimu hidayah. Ketiga, saya tidak pernah menuntut anak saya untuk mendapatkan ranking satu dalam pelajarannya, yang saya tuntut adalah belajar sungguh-sungguh,” kata Quraish Shihab dalam video bertajuk Bagaimana Hukumnya Menafkahi Keluarga dari Hasil Korupsi di kanal Youtube Najwa Shihab.

 

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari hal yang dimurkai Allah (haram) dan neraka adalah paling tepat untuknya,” (HR Ahmad ).

Quraish Shihab mengatakan ada hal yang perlu digalakkan dalam masyarakat yakni peran istri dan anak-anak. Jangan mendorong suami secara langsung atau tidak langsung untuk melakukan korupsi, melainkan menjaga suami supaya tidak melakukan korupsi.

“Ada satu hal dalam Alquran, ayah atau ibu kalau melihat anaknya ada sesuatu kelebihan, hendak ditanya dari mana sumbernya. Istri juga, kalau lihat gaji suaminya hanya terbatas sekian tiba-tiba ada sesuatu yang sangat mahal, dia berkewajiban bertanya dari mana sumbernya,” ujar dia.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar semua anggota keluarga merasa tenang dan saling mengingatkan bahwa tindakan korupsi sangat tidak diperbolehkan. Dia juga menganjurkan, selain dalam konteks keluarga, jika ada teman atau atasan yang melakukan korupsi, harus segera dilaporkan.

Menurutnya, jika tidak dilaporkan, itu termasuk menyembunyikan kesalahannya yang berarti mereka yang tahu terlibat dengannya. Melaporkan ini untuk membantunya agar tidak berlarut dalam kesalahan.

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=E2MGqerwauo

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement