Rabu 14 Oct 2020 15:19 WIB

Fenomena Alam yang akan Tandai Terjadinya Kiamat Saat Itu

Terdapat sejumlah fenomena alam yang menandai datangnya kiamat.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah
Terdapat sejumlah fenomena alam yang menandai datangnya kiamat.  Hari Kiamat (Ilustrasi)
Terdapat sejumlah fenomena alam yang menandai datangnya kiamat. Hari Kiamat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hari Kiamat memiliki tanda-tanda kemunculannya sebelum hari akhir itu datang. Tanda tersebut di antaranya berupa fenomena alam yang tidak biasa. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis Muslim yang diriwayatkan dari jalur Huzaifah bin Asid Al-Ghifari menyebutkan 10 tanda kiamat akan muncul.

Di antara 10 tanda yang disebutkan itu ada fenomena alam seperti terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, dan munculnya api dari arah negeri Yaman tepatnya Lembah Aden. Berikut ini empat fenomena alam yang akan menjadi bagian dari tanda-tanda terjadinya hari kiamat: 

Baca Juga

1. Gerhana matahari/bulan

Menurut tokoh Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Alvin Nur Choironi, sebagaimana dikutip dari laman NU.or.id memberi penjelasan atas hal itu. Penggelut kajian tafsir dan hadits serta alumnus Pesantren Luhur Darus Sunnah ini memaparkan, dari banyak hadis tanda kiamat, hanya beberapa hadis saja yang dijadikan oleh ulama sebagai tanda kiamat.  

 

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ، قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ ‏"‏ مَا تَذَاكَرُونَ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ ‏"‏ ‏.‏ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صلى الله عليه وسلم وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari, RA, dia berkata, “Nabi Shalallallahu alaihi wassalam datang kepada kami dan kami sedang memperbincangkan sesuatu. Nabi bertanya: “Apakah yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab : “Kami memperbincangkan hal kiamat.”

Nabi bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya. Lalu beliau menyebut: Asap (kabut), Dajjal , binatang besar, matahari terbit dari tempat terbenamnya, turunnya Isa anak Maryam, ya’juj ma’juj, tiga kali gerhana: sekali ditimur, sekali dibarat, sekali dijazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari negeri Yaman menghalau orang banyak ketempat mereka berkumpul.”  

Hadits itu ialah hadits yang diriwayatkan Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari seperti yang telah dijelaskan di atas. Di antara dari 10 tanda itu termasuk tiga peristiwa gerhana bulan, yaitu gerhana yang terjadi di sebelah timur, gerhana yang terjadi di sebelah barat, dan gerhana yang terjadi di semenanjung Arab.

2. Terbitnya matahari dari ufuk barat

Hadis dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari itu menyampaikan bahwa Hari Kiamat tidak akan terjadi hari sampai terjadi salah satuny adalah terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya.

Ustaz Ahmad Sarwat, pendiri Rumah Fiqih Indonesia (RFI), menjelaskan dalam artikelnya di laman RFI, bahwa dari 10 fenomena yang disebutkan hadits itu belum ada satu pun yang terjadi.

Matahari pun belum terbit dari tempat terbenamnya hingga saat ini. Maka dapat dikatakan, tanda-tanda kiamat kubra belum terjadi. Kalau sudah terjadi, maka kiamat kubra akan langsung segera terjadi saat itu juga. "Kita tetap harus percaya akan terjadinya hari kiamat, sebagaimana diceritakan di dalam banyak dalil yang sahih, namun kita juga tidak perlu terlalu mendramatisir keadaan. Apalagi sekadar dijadikan komoditi materi kajian," tuturnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement