Selasa 13 Oct 2020 16:47 WIB

Rumor di Balik Perahu di atas Kubah Makam Imam Syafii

Terdapat dekorasi perahu di atas kubah makam Imam Syafii

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Terdapat dekorasi perahu di atas kubah makam Imam Syafii. Peziarah melihat makam Imam Syafi’i di Kairo, Mesir, Selasa (9/9).
Terdapat dekorasi perahu di atas kubah makam Imam Syafii. Peziarah melihat makam Imam Syafi’i di Kairo, Mesir, Selasa (9/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Makam ini didirikan untuk Muhammad ibin Idris bin al Abbas bin Utsman bin Syafi'i, yang dikenal dengan nama Imam Syafi'i. Syafi'i lahir di Gaza pada 150 H atau 767 M.

Dia besar di Makkah dan belajar di bawah bimbingan Imam Malik , yang merupakan pendiri Sekolah Maliki dalam fiqih Sunni. Syafi'i kemudian mendirikan sekolah hukumnya sendiri (Syafi'i) dan melakukan perjalanan ke Mesir pada 198 H atau 813 M.

Baca Juga

Dia pun mengadakan kelas-kelas di Masjid Amr bin al-'Asdari dimana sejumlah sarjana Mesir terkemuka lahir. Dia meninggal pada 204 H atau 819 M dan dimakamkan di makam yang sama dengan anak-anak bin Abdul Hakam, di al-Qarafa al-Sughra.  

Kemudian Shalahuddin Al-Ayyubi melakukan pembangunan makam Syafi’i pada tahun 572 H atau 1176 M. Ini adalah bangunan pertama yang didirikan di atas makam Imam Syafi'i.  

 

Pada 574 H 1178 M, pekerjaan pada kubah kayu, yang ditempatkan di atas makam telah selesai. Makam ini kemudian dihiasi dengan panel ornamen geometris yang diukir dengan keterampilan luar biasa. Di atasnya tertulis ayat-ayat Alquran dan kisah kehidupan Imam , serta nama pengrajinnya, Ubayd al-Najjar, dalam huruf kufi dan dalam aksara Ayyubiyah naskhi.

Pada 608 atau 1211 M, ibu al-Malik al-Kamil bin al-'Adil meninggal dan dimakamkan di makam al-Syafi'i, dan putranya mendirikan kubah untuk menutupi makam. Sebagian besar mausoleum yang dibangun al-Kamil masih berdiri tegak. 

Adapun kubah kayu saat ini, muqarnas dan dekorasi marmer telah direnovasi sultan Mamluk, Qaytbay (memerintah AH 872–901 atay  M 1468–96 M) pada tahun 885 H  atau 1480 M. Sultan Mamluk, Qansuh al-Ghuri (berkuasa tahun 906–22 atau 1501–16 M) juga merenovasi makam tersebut, dan pada 1186/1772 H, gubernur Utsmaniyah, Ali Bek al-Kabir melakukan restorasi kubah kayu mausoleum sebagai tambahan hingga ukiran dekoratif polikrom, yang menutupi dinding interior, muqarnas, dan kubah.

Makam ini menempati ruang persegi yang sisi-sisinya berukuran 15 meter. Tebal dindingnya 2,75 meter. Tingginya mendekati 20 meter dari tanah. Dinding bawah terbuat dari batu dan sisanya dari bata. Dinding selatan mausoleum terdiri dari tiga mihrab , yang terbesar ada di tengah. 

Semuanya dilapisi dengan bingkai marmer polikrom dan puncaknya dihiasi dengan ukiran kayu. Sultan Qaytbay menambahkan mihrab keempat di sudut timur tembok yang sama untuk mengoreksi arah kiblat. 

Kubah yang menutupi mausoleum adalah kubah yang megah, yang dianggap salah satu yang terindah di Mesir. Kubah ini menjulang di atas lantai mausoleum dengan ketinggian sekitar 27 meter. 

Di empat sudut langit-langit persegi ada tiga baris muqarnas, yang membentuk zona transisi dari alun-alun ke kubah drum. Muqarnas terbuat dari kayu dan dihiasi dengan prasasti Naskhi.  Muqarnas yang diapit oleh jendela dilengkapi dengan kaca berwarna. Kubah tersebut terdiri dari dua lapisan lapisan kayu bagian dalam, dan lapisan luar yang dilapisi timah dan direnovasi menjadi bentuk ini oleh Sultan Qaytbay. 

Di tengah mausoleum adalah cenotaph yang ditempatkan di makam Imam Syafi'i serta makam ibu al-Malik al-Kamil.

Fasad luar mausoleum terdiri dari tiga lantai dengan kubah yang paling tinggi. Diperbaiki di puncak kubah adalah perahu tembaga kecil. Sebagai bagian asli dari bangunan tersebut, alasan keberadaannya telah menjadi bahan perdebatan.

Banyak alasan berbeda untuk kehadirannya telah dikemukakan, beberapa percaya bahwa itu ada di sana untuk menampung air dan biji-bijian untuk merpati, sementara yang lain berpendapat bahwa mungkin itu adalah simbol untuk belajar Imam Syafi'i, menganggapnya sebagai laut pengetahuan.

Tingkat tengah menyusut ke dalam sekitar 70 sentimeter dari tingkat bawah. Fasadnya dihiasi deretan relung melengkung berbentuk relung cangkang beralur yang menyerupai dekorasi pada fasad Madrasah dari al-Salih Najm al-Din Ayyubi dan Masjid al-Aqmar di Kairo. 

Di antara relung melengkung terdapat bentuk dekoratif melingkar dan poligonal, diatapi dekorasi geometris yang dimahkotai dengan crenellations bergerigi yang didekorasi di permukaan luarnya. Masing-masing dari empat sisi fasad di lantai paling bawah diatur dengan jendela yang diapit oleh ceruk melengkung.

Sumber: http://islamicart.museumwnf.org/database_item.php?id=monument;isl;eg;mon01;6;en 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement