Kamis 01 Oct 2020 14:10 WIB

Sejarah Puasa Tiga Hari Setiap Bulan, Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keterkaitan dengan Adam ketika diturunkan ke bumi

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
ilustrasi puasa sunah
Foto: Republika/mgrol 101, mardiah
ilustrasi puasa sunah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa tiga hari setiap bulan Hijriyah pada tanggal 13, 14, 15, atau dikenal Ayyamul Bidh, merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan, Rasul menyebut pahala puasa ini sama dengan puasa selama satu tahun penuh.

Ibadah ini ternyata memiliki keterkaitan dengan Nabi pertama umat Muslim, Nabi Adam, ketika diturunkan ke muka bumi. Hal ini dituliskan dalam kitab Umdatul Qari’ Syarhu Shahihil Bukhari.

Riwayat Ibnu Abbas menyebut, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, seluruh tubuhnya terbakar matahari sehingga menjadi hitam atau gosong. Tak lama, Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Adam untuk berpuasa selama tiga hari di tanggal 13, 14, 15.

Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Di hari ketiga, sepertiga sisanya berubah menjadi putih.

 

Sebuah pendapat lain mengatakan puasa ini dinamai Ayyamul Bidh karena pada malam-malam tersebut, bulan bersinar dengan terang benderang. Bulan tampak selalu menyinari bumi sejak matahari terbenam sampai terbit kembali. Dengan kondisi itu, baik malam maupun siang kondisinya terang dan dipenuhi cahaya.

Kata Ayyaamul bidh merupakan bentuk jamak dari al-yaum yang berarti hari, sedangkan bidh artinya putih. Puasa ini berbeda dengan puasa mutih yang biasa dilakukan orang Jawa, yang mengonsumsi nasi putih dan air putih saja.

Bagi umat Islam yang ingin mengerjakan puasa sunnah ini, bisa membaca niat : Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala".

Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Dzar, pernah menerima anjuran dari Rasulullah untuk melaksanakan ibadah puasa Ayyamul Bidh ini. Dalam HR Tirmidzi dan an Nasa'i, Rasulullah SAW bersabda, "Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)". 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement