Ahad 27 Sep 2020 05:53 WIB

Sikap Rasulullah Tentang Menjamu Keluarga yang Beda Agama

Ajaran terpenting yang dibawanya adalah ajaran untuk berbuat baik kepada orang tua

Rasulullah SAW (ilustrasi)
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Rasulullah SAW (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Islam merupakan agama yang berisi panduan akhlak atau tingkah laku terbaik bagi manusia. Di antara ajaran terpenting yang dibawanya adalah ajaran untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, keluarga, dan para sahabat.

Rasulullah Saw bersabda, "Allah Swt mengharamkan terhadap kalian berbuat durhaka kepada kedua orang tua, mengubur anak perempuan hidup-hidup, berlaku kikir, dan suka meminta-minta. Selain itu, Dia juga amat membenci bagi kalian perbuatan menyebarkan desas-desus, banyak bertanya, serta menghambur-hamburkan harta" (HR Bukhari).

Dalam buku Jiwa dalam Bimbingan Rasulullah karya Dr Saad Riyadh diriwayatkan bahwa Asma binti Abu Bakar r.a pernah berkata, "Dahulu, pada masa Rasulullah Saw masih hidup, ibu saya yang pada saat itu masih musyrik pernah ingin berkunjung ke rumah. Saya kemudian menanyakan terlebih dahulu kepada Rasulullah Saw tentang hal ini (hukum menjamu ibu yang masih musyrik).

Saya antara lain berkata, "Wahai Rasulullah Saw, ibu saya tersebut terlihat cenderung kepada Islam. Apakah saya boleh menyambung hubungan silaturahim dengannya?"

 

Rasulullah Saw lalu menjawab, "Ya, sambunglah hubunganmu dengan ibumu" (HR Bukhari).

Dalam hadist lain Rasulullah Saw bersabda, "Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari; ketika mereka bertemu, masing-masing saling membuang muka. Adapun yang terbaik di antara mereka adalah yang paling dahulu mengucapkan salam (menyapa)" (HR Tirmidzi).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement