Kamis 24 Sep 2020 10:17 WIB

Doa Taubat Nasuha Nabi Adam

Allah melarang Adam dan Hawa mendekati sebuah pohon di surga,

Rep: Alkhaeledi Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil
Doa Taubat Nasuha Nabi Adam . Foto: Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang, yang mengkisahkan pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah 300 tahun terpisah
Foto: dok. Kemenag.go.id
Doa Taubat Nasuha Nabi Adam . Foto: Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang, yang mengkisahkan pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah 300 tahun terpisah

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH--Dikisahkan dalam Alquran, Allah melarang Adam dan Hawa untuk mendekati sebuah pohon saat keduanya masih di surga. Sebuah larangan dari rimbunan nikmat surga yang tidak ada bandingannya di bumi.

Iblis yang telah bersumpah akan menyesatkan manusia dari jalan Allah, menggoda Adam dan Hawa. Keduanya lalu jatuh dalam bisikan Iblis dan melanggar larangan Allah.

Baca Juga

Saat mereka menyadari telah melakukan perbuatan yang dilarang tuhan, keduanya berdoa kepada Allah sambil mengakui kesalahan.

Begini doa taubat mereka seperti yang tertulis dalam Surat Al A'raf ayat 23:

 

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya: Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Doa Adam kepada Allah ini juga bisa kita praktikkan sehari-hari saat menyadari telah melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Jika mengucapkan doa ini dengan sungguh-sungguh, semoga Allah mengampuni dosa kita.

Menurut Tafsir Al-Wajiz oleh Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, dalam Surat Al-A'raf ayat 23 ini Allah mengampuni Adam dan Hawa setelah mengakui dosa-dosanya.

"Maka Allah pun mengampuni keduanya. Adam telah bersalah kepada Rabbnya maka dia tersesat. Kemudian Rabbnya memilihnya dan menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Adapun iblis, maka ia tidak mau berhenti dari kesewenang-wenangannya dan tidak mau meninggalkan kemaksiatannya."

"Barangsiapa yang meniru Adam dengan mengakui dosa dan memohon ampunan, menyesal, dan meninggalkan dosa jika dia melakukannya, maka Rabbnya akan memilihnya dan memberinya petunjuk. Barangsiapa yang meniru iblis jika dia melakukan dosa dimana dia semakin menambah kemaksiatan, maka dia hanya menjauhkan dirinya dari Allah." 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement