Rabu 16 Sep 2020 05:25 WIB

Pengorbanan Abu Bakar untuk Rasulullah di Gua Tsur

Abu Bakar sangat mencintai Rasulullah sehingga dia berusaha melindunginya.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ani Nursalikah
Pengorbanan Abu Bakar untuk Rasulullah di Gua Tsur
Foto: MgIt03
Pengorbanan Abu Bakar untuk Rasulullah di Gua Tsur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Abu Bakar ra sahabat Rasulullah terkenal banyak berkorban untuk kepentingan Rasulullah berdakwah menyebarkan agama Islam. Pengorbanan pertama Abu Bakar saat awal-awal masuk Islam adalah ketika Rasulullah akan masuk Gua Tsur.

Abu Bakar lebih dulu masuk untuk memastikan tidak ada bahaya di dalam gua itu. Abu Bakar sangat mencintai Rasulullah sehingga dia berusaha melindunginya.

Baca Juga

"Demi Allah engkau jangan masuk dulu sebelum aku masuk," pinta Abu Bakar.

Abu Bakar tidak ingin Rasulullah terkena sengatan hewan berbisa yang ada di dalam gua. Maka, dia membersihkan gua terlebih dulu, di sisi gua ada beberapa lubang sarang binatang. Abu Bakar menyobek kainnya dan digunakan untuk menyumbat lubang-lubang itu.

Ada dua lubang yang belum tersumbat, tetapi kain Abu Bakar telah habis. Maka Abu Bakar menyumbatn lubang itu menggunakan dua kakinya. Setelah merasa aman Abu Bakar mempersilakan Rasulullah masuk ke dalam gua.

Rasulullah tidur di pangkuan Abu Bakar. Sementara itu, hewan berbisa yang berada di dalam lubang menggigit kaki Abu Bakar. Sakitnya luar biasa, namun Abu Bakar tetap diam tak bergerak sama sekali.

Abu Bakar menahan rasa sakit ini sampai air matanya menetes dan menimpa wajah Rasulullah. Rasulullah terbangun dan berkata, "Ada apa denganmu wahai Abu Bakar?"

Abu Bakar pun mengatakan kakinya disengat hewan berbisa. Rasulullah mengusap sengatan dengan ludahnya. Alhamdulillah atas izin Allah rasa sakit yang dialami Abu Bakar hilang seketika.

Aan Wulandari dalam bukunya Kisah Istimewa Asmaul Husna mengatakan, setelah 13 tahun berdakwah di Makkah, tetap banyak kaum musyrikin yang membenci Rasulullah. Bahkan mereka mengadakan rencanakan untuk membunuh beliau. 

Lalu Jibril turun membawa wahyu dari Allah. Dia memberitahukan rencana ini kepada Rasulullah dan berkata. "Malam ini kamu jangan berbaring di tempat tidur yang biasanya."

"Artinya, Allah mengizinkan Rasulullah berhijrah meninggalkan Makkah. Rasulullah bersama sahabat beliau Abu Bakar meninggalkan rumah. Mereka bersembunyi di Gua Tsur," katanya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement