Ahad 17 May 2020 09:54 WIB

Isyarat Rasulullah SAW Ihwal Kepemimpinan Abu Bakar  

Abu Bakar memegang kepemimpinan usai Rasulullah SAW wafat.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah
Rasulullah SAW (ilustrasi)
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Rasulullah SAW (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nabi Muhammad SAW SAW telah mengisyaratkan kepemimpinan Abu Bakar RA sebelum wafat. Rasulullah pernah meminta agar sahabat beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menggantikannya untuk memimpin sholat berjamaah.

Dikutip dari buku Inilah Faktanya dari Dr 'Utsman bin Muhammad al-Khamis, Abu Musa al-Ast'ari radhiallahu anhu, menuturkan, "Ketika Nabi SAW sakit dan penyakitnya bertambah parah beliau berkata: 'Perintahkanlah Abu Bakar untuk menjadi imam sholat berjamaah'. Aisyah berkata: 'Abu Bakar adalah laki-laki yang halus perasaannya. Jika dia menggantikan engkau, maka dia tidak akan bisa mengimami sholat berjamaah'. Beliau berkata lagi: ' Perintahkanlah Abu Bakar untuk mengimami sholat berjamaah'. 

Baca Juga

Aisyah kembali mengulangi perkataanya. Untuk terakhir kalinya, beliau berkata: 'Hai 'Aisyah, perintahkanlah Abu Bakar untuk menjadi imam sholat berjamaah. Sesungguhnya kalian ini (kaum wanita) seperti perempuan-perempuan dalam kisah Yusuf'. Lalu utusan beliau mendatangi dan menyuruh Abu Bakar untuk menjadi Imam sholat berjamaah, dan dia pun melaksanakannya meski ketika itu Rasulullah SAW masih hidup." (HR Bukhari)  

Dari Jubair bin Muth'im RA, dia bercerita bahwasanya seoarang perempuan datang menemui Nabi SAW, kemudian beliau menyuruhnya datang kembali nanti. Perempuan itu bertanya: "Bagaimana jika nanti aku datang lagi dan tidak menemukan Anda, apa yang harus saya lakukan?" Sepertinya yang dimaksud wanita itu adalah wafat beliau. Beliau pun menjawab: "Jika kamu tidak menemukanku, maka temuilah Abu Bakar." (HR Bukhari).

Dari Aisyah RA, dia bertutur: "Rasulullah SAW berkata kepadaku ketika sedang sakit: 'Panggilkan untukku Abu Bakar, ayahmu, dan saudara laki-lakimu ('Abdurrahman). Aku ingin menulis sebuah wasiat, khawatir ada orang yang nanti berharap dan berseru: 'Aku lebih berhak', padahal Allah dan kaum mukminin hanya menghendaki Abu Bakar." (HR Bukhari).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement