Kamis 19 Jan 2023 12:30 WIB

Muslimah Wajib Tahu, Begini Anjuran Ning Imaz Ketika Membuang Pembalut

Pembalut harus bisa menjaga kebersihan area kewanitaan serta nyaman.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Muslimah. Muslimah Wajib Tahu, Begini Anjuran Ning Imaz Ketika Membuang Pembalut
Foto: Pixabay
Ilustrasi Muslimah. Muslimah Wajib Tahu, Begini Anjuran Ning Imaz Ketika Membuang Pembalut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada masa lalu, perempuan terlebih di Indonesia menggunakan pembalut kain ketika sedang haid. Pembalut kain dapat dicuci dan digunakan berulang kali.

Sedangkan di saat ini banyak perempuan yang ketika haid memilih menggunakan pembalut sekali pakai yang diproduksi oleh industri. Lalu mana yang lebih baik bagi wanita Muslim? Dan bagaimana anjuran ulama tentang membuang pembalut yang sudah digunakan?

Baca Juga

Pendakwah dari Pondok Pesantren Putri Al Ihsan Lirboyo, Kediri Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau akrab disapa Ning Imaz dalam kajian singkat yang ditayangkan kanal YouTube NU Online media resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menjelaskan penggunaan pembalut untuk perempuan bertujuan menjaga kebersihan saat wanita sedang haid.

Ada wanita yang memilih pembalut sekali pakai, ada juga yang memilih pembalut kain yang dapat dicuci sehingga bisa digunakan berkali-kali. Mana yang lebih utama?

Menurut Ustadzah Imaz, yang lebih utama adalah pembalut yang bisa menjaga kebersihan area kewanitaan dengan lebih baik serta yang nyaman untuk penggunanya maupun lingkungan. Ustadzah Imaz mengatakan pada masa lalu, sebelum banyak industri pembalut berdiri,  banyak perempuan yang menggunakan pembalut kain sehingga dapat dicuci dan bisa digunakan berkali-kali.

Akan tetapi ada juga perempuan yang ketika menggunakan pembalut kain merasa kurang mampu menampung darah haid yang terlalu banyak keluar. Sehingga lebih memilih pembalut sekali pakai yang diproduksi industri. Terlepas dari itu, menurutnya, yang lebih utama digunakan adalah pembalut yang nyaman dan dapat menjaga kebersihan area kewanitaan.

"Mana yang lebih baik? Ya mana yang lebih nyaman dan lebih bisa menjaga kebersihan area kewanitaan. Sehingga pilihannya kembali kepada wanita masing-masing," kata Ustadzah Imaz.

Memang terdapat stigma atau informasi tentang pembalut sekali pakai mengandung zat kimia yang dapat berbahaya bagi reproduksi wanita. Maka menurut Ustadzah Imaz, perlu tabayyun atau mencari kebenaran informasi sehingga tidak terjebak hoaks. Akan tetapi, bila ingin lebih aman maka dapat memilih kembali pada cara lama yakni menggunakan pembalut kain.

Pada sisi lain, Ustadzah Imaz mengatakan baik pembalut kain maupun pembalut sekali pakai yang telah digunakan penting untuk dibersihkan terlebih dulu sebelum dibuang. Sehingga tidak ada darah yang masih berada di pembalut. Setelah bersih dianjurkan pembalut dibungkus baru dibuang. Hal ini dianjurkan para ulama.

Dia mengatakan pembalut sekali pakai atau pembalut yang kain, yang penting adalah dalam membersihkannya itu diharapkan betul-betul bersih. Hal ini karena darah yang tertinggal di pembalut baik itu di pembalut kain atau di pembalut sekali pakai, ini sangat tidak dianjurkan karena banyak sekali sir-nya.

Misalnya, karena darah-darah itu disukai makhluk-makhluk gaib sehingga Muslimah harus mencucinya betul-betul dengan bersih. Membuangnya juga dalam keadaan sudah dibilas bersih. Sehingga bukan ketika masih ada darahnya lalu dibuang begitu saja.

"Sebisa mungkin kita bersihkan dulu, membilasnya dengan air sampai darahnya hilang, baru kita bungkus lalu kita buang. Itulah cara terbaik bagi perempuan menjaga kebersihan dan kesterilan," kata Ning Imaz.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement