Rabu 19 Oct 2022 15:23 WIB

Kata Para Sahabat tentang Jenggot Nabi Muhammad

Salah satu ciri Nabi Muhammad adalah memelihara jenggot.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Kata Para Sahabat tentang Jenggot Nabi Muhammad. Foto: Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)
Foto: smileyandwest.ning.com
Kata Para Sahabat tentang Jenggot Nabi Muhammad. Foto: Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu ciri Nabi Muhammad ﷺ yakni memiliki jenggot yang lebat. Hal ini lah yang telah disampaikan oleh sahabat beliau ﷺ.

Dikutip dari buku Bangga dengan Jenggot karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi, Banyak sekali para sahabat Radhiyallahu Anhum yang menceritakan tentang jenggot Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Baca Juga

عن جابر بن سمرة رضي الله عنه قال :...وكَانَ كَثِيرَ شَعْرِ اللِّحْيَةِ

“Dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu Anhu berkata: ….

Adalah Rasulullah ﷺ orang yang lebat jenggotnya.” (HR. Muslim: 2344)ِ

“Dari Abu Ma’mar berkata: Kami bertanya kepada sahabat Khobbab: Apakah Rasulullah ﷺ membaca pada shalat dhuhur dan ashar? Dia menjawab: Ya. Kami bertanya lagi: Bagaimanakah kalian tahu hal itu? Dia menjawab: Dengan gerak-gerik jenggotnya.” (HR. Bukhari: 704)

Dan dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu tentang seorang Badui yang meminta agar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mendoakan turunnya hujan, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun lalu mengangkat tangan untuk berdo’a:

“Lalu sebelum Nabi turun dari mimbarnya, saya telah melihat hujan telah membasahi jenggotnya ﷺ." (HR. Bukhari)

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang mulia memiliki jenggot, bahkan jenggotnya lebat.

Memelihara jenggot merupakan fithrah yang telah Allah ﷻ fithrahkan kepada umat manusia. Allah ﷻ berfirman:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”(QS. Ruum ayat 30)

Lebih jelas, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah mencantumkan memelihara jenggot termasuk di antara fithrah yang hendaknya diperhatikan. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

عَشْرٌ من الفِطْرَةِ : قَصُّ الشارِبِ ، و إعْفاءُ اللِحيَةِ ، و السِّواكُ ، و اسْتِنْشاقُ الماءِ ، وقَصُّ الأظْفارِ ، و غَسْلُ البَراجِمِ ، و نَتْفُ الإبِطِ ، و حَلْقُ العانَةِ ، و انْتِقاصُ الماءِ

“Sepuluh perkara termasuk fithrah, yaitu menggunting kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air denganhidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja’.” (HR. Muslim)

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Fithrah ada dua macam:

Pertama: Fithrah yang berkaitan dengan hati, yaitu mengenal Allah ﷻ, mencintai-Nya dan mendahulukan-Nya dari selain-Nya.

Kedua: Fithrah amal, yaitu amalan-amalan di atas.

Fithrah jenis pertama membersihkan dan mensucikan hati dan ruh, sedangkan fithrah jenis kedua membersihkan badan, keduanya saling menguatkan.” (Tuhfatul Maudud)

Oleh karena memelihara jenggot termasuk perkara fithrah maka apabila seorang mencukurnya, berarti dia telah memperburuk wajahnya. Ibnu Asakir meriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: “Mencukur jenggot termasuk mutslah, sedangkan Rasulullah ﷺ melarang dari mutslah.”

Maksud kata mutslah adalah memperburuk wajah. Tidak diragukan lagi bahwa wajah merupakan organ tubuh yang mulia sebab dia adalah pusat keindahan yang harus dijaga dan dimuliakan bukan malah diperburuk.

Di samping itu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda dengan redaksi yang berbeda-beda:

أحْفُوا الشَّوَارِبَ وأَعْفُوا اللِّحَى

“Cukurlah kumis dan peliharalah jenggot.” (HR. Bukhari no: 1893 dan Muslim no: 159)

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وفِّرُوا اللِّحى وأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

“Selisihilah orang-orang musyrik, lebatkanlah jenggot dan cukurlah kumis.” (HR. Bukhari no: 2892)

جُزُّوا الشَّواربَ ، و أَرْخوا الِّلحى ، خالفوا المجوسَ

“Cukurlah kumis, biarkanlah jenggot, selisihilah orang-orang Majusi.” (HR. Muslim no: 260)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement