Senin 20 Dec 2021 10:19 WIB

Rangkuman Doa-Doa Rasulullah SAW dalam Sholat

Di dalam sholat, Rasulullah SAW kerap membaca sejumlah doa.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Rangkuman Doa-Doa Rasulullah SAW dalam Sholat
Rangkuman Doa-Doa Rasulullah SAW dalam Sholat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di dalam sholat, Rasulullah SAW kerap membaca sejumlah doa jika berada dalam gerakan-gerakan tertentu. Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam kitab Fikih Shalat merangkum doa-doa Rasulullah SAW dalam sholat sebagai berikut.

Pertama, doa selamat dari adzab kubur. Nabi berdoa, “Allahumma inniy audzubika min adzabil-qabri wa audzu bika min fitnatil-masih ad-dajaali wa audzubika min fitnati al-mahya wa fitnatil-mamaati. Allahumma inniy audzubika minal-ma’tsami wal-maghrami,”.

Baca Juga

Yang artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang,”.

Kedua, doa memohon ampunan. Nabi berdoa, “Allahummaghfirliy dzanbiy wa wasi’liy fii daari wa baarikliy fima razaqtaniy,”. Yang artinya, “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, luaskanlah tempat tinggal (persinggahanku) dan berkahilah rizki yang Engkau berikan kepadaku,”.

Ketiga, Rasulullah SAW juga membaca doa dalam sujudnya. Nabi berdoa, “Rabbi a’thi nafsiy taqwaaha wa zakkiha anta khairu man zakkaha anta waliyyuha wa maulaha,”. Yang artinya, “Ya Tuhanku, berikan kepadaku jiwaku sifat takwanya, dan bersihkanlah ia. Engkau sebaik-baik Dzat yang membersihkannya. Engkau wali sekaligus tuan baginya,”.

Doa-doa yang Rasulullah SAW ucapkan dalam sholatnya selalu diucapkan dengan lafadz mufrad (tunggal). Seperti di dalam doa, “Rabbighfirliy warhamni wahdiniy,”. Yang artinya, “Ya Tuhanku, ampunilah aku, dan berilah aku petunjuk,”.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement