Rabu 06 Jan 2021 16:22 WIB

4 Wanita Terbaik di Dunia, Mengapa Ibu Nabi Isa Pertama?

Terdapat empat wanita terbaik di dunia calon penghuni surga

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Terdapat empat wanita terbaik di dunia calon penghuni surga. Ilustrasi Muslimah
Foto: Mgrol120
Terdapat empat wanita terbaik di dunia calon penghuni surga. Ilustrasi Muslimah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rasulullah SAW pernah menyebutkan empat wanita utama  di muka bumi sekaligus mereka adalah penghuni surga. 

Keempat wanita tersebut dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni (ahli) surga. Namun, Nabi Muhammad SAW masih membuat strata lagi.  Dari empat wanita itu, terpilih dua wanita yang disebut sebagai wanita sempurna, yaitu Asiyah dan Maryam.

Baca Juga

عن أنس بن مالك -رضي الله عنه- أنّ النبيّ -صلّى الله عليه وسلّم- قال: خيرُ نساءِ العالَمينَ: مَريمُ بنتُ عِمرانَ، وخديجةُ بنتُ خُوَيلدٍ، وفاطمةُ بنتُ مُحمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، وآسيةُ امرأةُ فِرعونَ 

Dari Anas bin Malik mengatakan bahwa Nabi bersabda, Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulallah SAW, Khadijah binti Khawailid dan Asiyah, istri Firaun." (HR Muslim dan Hakim)."

Maryam menjadi urutan pertama yang disebutkan pertama karena dia merupakan wanita lajang yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Maryam binti Imran merupakan salah seorang wanita terbaik yang pernah diciptakan  Allah SWT.   

Sejak kecil memiliki kedekatan kepada Allah SWT. Membiasakan dirinya dengan banyak beribadah. Munajat dan doa tidak pernah ia lupakan. Ketakwaannya juga begitu sempurna. Dia pun biasa puasa sehari dan berbuka dua hari. Tak heran mukjizat diberikan berupa makanan yang berasal langsung dari sisi Allah.

Dia dipilih untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa AS dan tetap terjaga kegadisannya. Bahkan dia harus berjuang sendiri ketika hamil dan ditindas  kaumnya karena fitnah kehamilannya.  

Ketika dia mengetahui hamil tanpa seorang laki-laki, dia mengasingkan diri. Hal ini dilakukannya demi keselamatan bayinya. Dia pun seorang beriman yang malu, karena hamil padahal dia belum menikah. Dia masih memiliki perasaan yang peka. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement